TVRINews, Banjarmasin
Tiga sampel DNA jenazah korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 dikirim ke Laboratorium DNA Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri Kramat Jati, Jakarta. Pemeriksaan dilakukan untuk membantu proses identifikasi korban yang terkendala kondisi jenazah.
Jenazah yang ditemukan setelah lebih dari lima hari berada di laut mengalami perubahan kondisi sehingga identifikasi melalui pemeriksaan post mortem tidak dapat dilakukan secara optimal. Karena itu, tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan melakukan pemeriksaan DNA sebagai metode identifikasi lanjutan.
Sampel DNA dari jenazah atau post mortem nantinya akan dicocokkan dengan data pembanding dari keluarga inti maupun kerabat biologis terdekat korban. Data ante mortem tersebut dapat diperoleh melalui pengambilan sampel biologis, seperti rambut maupun swab.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Kalimantan Selatan, Kombes Pol Dr. Much Sofwan, mengatakan pemeriksaan DNA diperlukan ketika kondisi jenazah menyulitkan proses identifikasi secara fisik.
“Jenazah yang datang setelah hari kelima biasanya mengalami banyak kendala dalam proses identifikasi. Karena itu, kami membutuhkan pemeriksaan penunjang, termasuk pengambilan sampel DNA dari jenazah dan keluarga yang memiliki hubungan biologis dekat,” ujar Much Sofwan, Selasa, 22 September 2026.
Menurut Much Sofwan, proses pemeriksaan DNA diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua minggu. Namun, proses tersebut dapat berlangsung lebih cepat apabila hasil pemeriksaan telah menunjukkan kecocokan.
“Prosesnya biasanya membutuhkan waktu sekitar dua minggu, tetapi bisa lebih cepat apabila hasil pemeriksaan sudah sesuai. Jadi, kita memang harus bersabar,” katanya.
Sementara itu, Tim DVI Polda Kalsel hingga kini telah menghimpun dan memvalidasi sebanyak 135 data ante mortem. Data tersebut merupakan hasil rekapitulasi dari sejumlah Polda.
Validasi dilakukan untuk memastikan data keluarga korban tidak tercatat ganda, mengingat sebelumnya terdapat laporan dari keluarga yang mengalami duplikasi.
Untuk mengantisipasi apabila jenazah kembali ditemukan dalam jumlah banyak, Polda Kalsel juga telah menyiapkan dua unit freezer khusus di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin.
Fasilitas tersebut disiapkan sebagai bagian dari penanganan jenazah sebelum proses identifikasi maupun tahapan selanjutnya dilakukan.
Tim DVI bersama unsur terkait masih melanjutkan proses identifikasi terhadap korban KM Virgo Transport 8. Keluarga korban juga diminta tetap bersabar selama proses pemeriksaan berlangsung, terutama karena pencocokan DNA membutuhkan waktu untuk memastikan identitas korban secara akurat.










