TVRINews, Banjarmasin
Memasuki hari kesepuluh pencarian korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa, tim SAR gabungan menambah kekuatan dengan mengerahkan 22 penyelam dari Komando Armada II Surabaya melalui KRI Nala, Selasa, 22 September 2026.
Tambahan personel tersebut membuat jumlah penyelam yang terlibat dalam operasi pencarian kini mencapai 29 orang. Para penyelam akan menyisir sejumlah kompartemen kapal yang telah dinilai aman untuk dimasuki.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin I Putu Sudayana mengatakan penyelaman dilakukan setelah tim memastikan kondisi bagian kapal melalui pemeriksaan menggunakan Remote Operated Vehicle (ROV).
“Tim penyelam tambahan dari Koarmada II Surabaya melalui KRI Nala berjumlah 22 orang. Dengan penambahan ini, total penyelam menjadi 29 orang dan akan difokuskan untuk mencari korban di kompartemen kapal yang dinilai aman,” ujar Sudayana.
Korban yang ditemukan dari dalam kapal akan dievakuasi ke permukaan menggunakan baraboat. Selanjutnya, jenazah dipindahkan ke KN SAR Pacitan yang menjadi titik penampungan sementara sekaligus pangkalan bagi tim penyelam.
Sudayana menjelaskan, metode evakuasi dari lokasi pencarian akan disesuaikan dengan jumlah korban yang ditemukan. Apabila jumlah jenazah yang dievakuasi relatif sedikit, proses pengiriman ke daratan akan diutamakan melalui jalur udara. Sementara jika korban yang ditemukan dalam jumlah lebih banyak, jalur laut akan digunakan.
Operasi pencarian masih terus dilakukan dengan melibatkan unsur SAR gabungan. Hingga hari kesepuluh, sebanyak 18 korban tercatat meninggal dunia.
Dua jenazah sebelumnya ditemukan di wilayah Seruyan, Kalimantan Tengah. Keduanya telah dibawa ke RS Bhayangkara Banjarmasin pada Selasa dini hari melalui jalur darat untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.
Selain dua korban tersebut, tim SAR kembali menemukan tiga jenazah korban KM Virgo Transport 8 dalam operasi pencarian hari ini.
Pencarian akan terus dilakukan dengan mengoptimalkan kemampuan penyelam dan peralatan pendukung untuk menjangkau bagian kapal yang masih memungkinkan dilakukan penyisiran. Tim SAR gabungan juga terus melakukan evaluasi kondisi di lokasi untuk memastikan seluruh proses pencarian dan evakuasi berlangsung dengan memperhatikan keselamatan personel.










