TVRINews, Kalimantan Selatan
Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan terus diperkuat. Tim gabungan memfokuskan upaya pemadaman dan penyekatan api di area seluas 10.000 hektare, yang terdiri atas lahan persawahan dan lahan gambut. Kegiatan ini melibatkan ribuan personel gabungan dari unsur pemerintah, TNI, Polri, dan relawan, serta dukungan sektor swasta.
Sebanyak 350 unit usaha turut dilibatkan dalam penanganan karhutla. Dukungan juga datang dari Asosiasi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dan Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI).
Dari total 10.000 hektare area yang menjadi fokus penanganan, sebanyak 8.350 hektare merupakan lahan persawahan di kawasan swasembada pangan, sedangkan 1.650 hektare lainnya berupa lahan gambut.
Untuk mempercepat penanganan, puluhan armada mobil tangki air dan alat berat disiagakan guna mendukung upaya penyekatan api di area terdampak.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, mengatakan dukungan armada air dan alat berat menjadi faktor penting untuk mempercepat proses penanganan karhutla. Tim gabungan menargetkan penyekatan api dapat diselesaikan dalam waktu satu minggu.

"Kami berkomitmen menyelesaikan penanganan ini dalam waktu satu minggu. Dukungan mobil tangki air sangat penting, dengan 15 unit dari Koramil Antasari dan 30 unit dari pihak swasta. Selain itu, hampir 50 unit alat pembalik tanah juga dikerahkan," ujar Hanif, dikutip Senin, 12 Oktober 2026.
Ia menambahkan, koordinasi dan kerja sama seluruh pihak menjadi kunci untuk mencapai target tersebut. Namun, pelaksanaan penanganan tetap akan menyesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan.
Melalui sinergi pemerintah, aparat, relawan, dan sektor swasta, penanganan karhutla di Kalimantan Selatan diharapkan berjalan lebih cepat dan efektif. Upaya penyekatan api ini juga menjadi bagian dari langkah perlindungan terhadap lahan pertanian di kawasan swasembada pangan serta ekosistem gambut.










