TVRINews, Kalimantan Selatan
Produksi padi di Provinsi Kalimantan Selatan pada 2026 tercatat sementara mencapai 1,113 juta ton. Angka tersebut menurun dibandingkan produksi pada 2025 yang mencapai sekitar 1,179 juta ton. Penurunan produksi ini dipengaruhi musim kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Saptono, usai membuka rapat evaluasi kinerja dinas di Banjarmasin, pada Rabu, 4 November 2026.
Saptono mengatakan, penurunan produksi padi pada 2026 relatif tipis. Terlebih, masih terdapat waktu dua bulan hingga akhir tahun yang diharapkan dapat mendorong peningkatan produksi.
"Pada 2026, memang mengalami penurunan dibanding tahun 2025, produksi padi mencapai sekitar 1.179.000 ton. Sementara itu, angka sementara tahun ini berdasarkan data terbaru yang kami terima mencapai 1.113.000 ton. Mudah-mudahan angka final dari Badan Pusat Statistik (BPS) tidak jauh dari angka tersebut," jelas Saptono.
Ia berharap, produksi padi di Kalimantan Selatan dapat terus meningkat hingga akhir 2026. Adapun angka produksi yang disampaikan saat ini masih bersifat sementara dan menunggu hasil final dari BPS.
Dalam kesempatan yang sama, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan juga memberikan penghargaan kepada dinas pertanian kabupaten dan kota atas capaian dalam menjaga rata-rata indeks pertanaman dan produktivitas selama periode 2023–2026, serta indeks ketahanan pangan tahun 2026.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya pemerintah daerah dalam menjaga produktivitas sektor pertanian dan ketahanan pangan.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap seluruh kabupaten dan kota dapat mempertahankan capaian yang telah diraih. Sementara itu, daerah yang belum memperoleh penghargaan didorong untuk meningkatkan produktivitas dan indeks pertanaman pada 2027. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat sektor pertanian sekaligus menjaga ketahanan pangan di Kalimantan Selatan.









