TVRINews, Banjarbaru
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Banjarbaru mulai mengancam habitat satwa liar. Selain merusak lingkungan dan membahayakan permukiman warga, kebakaran juga memaksa satwa keluar dari habitat alaminya untuk menyelamatkan diri.
Saat melakukan pemadaman di Kecamatan Cempaka, Banjarbaru, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarbaru menemukan seekor musang liar yang terjebak di tengah kobaran api. Satwa tersebut bersembunyi di dalam parit dalam kondisi lemas, panik, dan mengalami disorientasi akibat menghirup asap pekat.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banjarbaru, Harun Arrasyid, saat dikonfirmasi pada Selasa, 28 Juli 2026, membenarkan penemuan musang tersebut. Menurutnya, satwa itu sudah tidak memiliki jalur untuk menyelamatkan diri sehingga berlindung di cekungan tanah guna menghindari kepulan asap panas.
"Teman-teman bisa menyelamatkan satu satwa liar musang yang terperangkap. Kebetulan dia memang tidak bisa lari lagi ke kanan, kiri, depan, belakang karena terkurung oleh api. Pada saat ditemukan, binatangnya lumayan panik, stres, dan ada beberapa luka-luka karena dia panik dan berusaha berontak saat diselamatkan. Oleh teman-teman, musang itu diselamatkan, dirawat, dan akhirnya diserahkan kepada ahlinya untuk dilepasliarkan kembali," terang Harun Arrasyid.
Setelah dievakuasi, musang tersebut mendapat penanganan awal sebelum diserahkan kepada petugas yang berwenang untuk menjalani proses pelepasliaran kembali ke habitatnya.
Dampak karhutla juga terlihat di kawasan Sungai Ulin. Kebakaran lahan seluas 47 hektare yang terjadi beberapa waktu lalu menghanguskan pepohonan dan semak belukar yang menjadi habitat berbagai jenis burung kecil.
Kerusakan habitat tersebut berpotensi mengganggu rantai makanan serta keseimbangan ekosistem di kawasan itu. BPBD Banjarbaru mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar demi mencegah meluasnya karhutla yang mengancam keselamatan warga, lingkungan, dan satwa liar.









