TVRINews, Kab. Tanah Laut
Unit Penunjang Akademik Lingkungan Lahan Basah (UPA LLB) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga ekosistem pesisir. Tim ULM melakukan penyulaman 3.000 bibit mangrove sekaligus menggelar riset strategis multidisiplin di Desa Sabuhur, Kabupaten Tanah Laut, pada Sabtu, 18 Juli 2026.
Kegiatan yang berlangsung di kawasan pesisir Desa Sabuhur, Kecamatan Jorong, ini merupakan penyulaman pertama dari program penanaman mangrove. Sebanyak 3.000 bibit ditanam kembali hingga ke kawasan kritis dengan melibatkan seluruh anggota kelompok tani setempat selama empat hari berturut-turut.
Selain penanaman, ULM bekerja sama dengan Koperasi Berkah Wasaka Mandiri dan PT Freeport Indonesia untuk melaksanakan riset strategis multidisiplin di sekitar lokasi.

(Foto: Kepala UPA LLB ULM, Maya Amalia)
“Jumlah bibit yang disulam sekitar 3000 bibit dengan memberdayakan kelompok tani di Desa Sabuhur," kata Kepala UPA LLB ULM, Maya Amalia, Sabtu, 18 Juli 2026.
Dalam penelitian tersebut, dua fakultas diterjunkan untuk mengevaluasi tingkat kelulushidupan mangrove melalui pengukuran tinggi batang dan pertambahan jumlah daun. Tim juga meneliti kandungan senyawa kimia pada spesies mangrove Avicennia menggunakan analisis instrumen GC-MS guna menguji potensi antioksidan, antikanker, dan antiinflamasi.

(Foto: Kepala Koperasi Produsen Berkah Wasaka Mandiri ULM, Noer Komari)
“Kami ingin mengidentifikasi kandungan/senyawa dalam ekstrak salah satu spesies yang berpotensi sebagai antioksidan, antikanker, dan antiinflamasi melalui analisis menggunakan instrumen GC-MS.” tambah Noer Komari, Kepala Koperasi Produsen Berkah Wasaka Mandiri ULM.
Program penelitian ini turut melibatkan sekitar 15 mahasiswa yang didampingi dosen dan tenaga pendidik. Keterlibatan mereka diharapkan dapat memperkuat visi ULM sebagai institusi unggul di bidang lingkungan lahan basah.










