TVRINews, Batola
Bupati Barito Kuala, H. Bahrul Ilmi, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Barito Kuala sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-37 Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan. Menurutnya, penunjukan tersebut menjadi kehormatan sekaligus wujud kepercayaan terhadap daerah dalam mendukung syiar Islam dan pengembangan nilai-nilai Al-Quran.
“Alhamdulillah, Barito Kuala menjadi tuan rumah MTQ tahun ini. Ini merupakan kebanggaan bagi kami dan seluruh masyarakat Barito Kuala. Kami bersyukur mendapat kesempatan ini dan berharap pelaksanaan MTQ berjalan lancar, sukses, serta meninggalkan kesan yang baik bagi seluruh peserta dan tamu yang hadir,” ujar Bahrul Ilmi.
MTQ ke-37 Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan berlangsung pada 18 hingga 26 Juni 2026. Ajang tersebut diharapkan dapat melahirkan qari dan qariah terbaik yang mampu mengharumkan nama Kalimantan Selatan di tingkat nasional.
Pembukaan MTQ berlangsung meriah dan khidmat. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran, kemudian dilanjutkan parade kafilah dari 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan yang disambut antusias masyarakat dan tamu undangan yang memadati lokasi kegiatan.
Sebanyak 783 peserta mengikuti berbagai cabang perlombaan dalam MTQ tahun ini. Kegiatan pembukaan juga semakin semarak dengan penampilan penyanyi religi Opick yang menghibur ribuan masyarakat yang hadir.
Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, dalam sambutannya mengingatkan bahwa MTQ tidak hanya menjadi ajang kompetisi membaca Al-Quran, tetapi juga sarana memperkuat syiar Islam dan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Quran.
Ia berharap melalui penyelenggaraan MTQ, minat membaca dan mengamalkan Al-Quran dapat terus meningkat, terutama di kalangan anak-anak dan generasi muda.
“Bagi seluruh kafilah, mudah-mudahan dengan niat membaca Al-Quran dapat menjadi syiar Islam di Kalimantan Selatan. Dengan adanya MTQ ini, semoga anak-anak, remaja, hingga orang dewasa semakin gemar membaca Al-Quran,” kata Muhidin.
Selain itu, Gubernur juga meminta seluruh dewan hakim dan juri untuk menjaga profesionalisme, objektivitas, dan sportivitas dalam proses penilaian guna menghasilkan peserta terbaik yang layak mewakili Kalimantan Selatan pada ajang yang lebih tinggi.










