TVRINews, Banjarmasin
Setelah hampir dua pekan menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak pada buruknya kualitas udara, siswa di Kota Banjarmasin kembali mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas pada Rabu, 28 Oktober 2026.
Kebijakan tersebut mengacu pada surat edaran Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin. Pelaksanaan PTM terbatas kembali dilakukan setelah hujan mengguyur wilayah tersebut dan diikuti penurunan nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).
Berdasarkan pantauan TVRI di lapangan, para siswa mulai kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah, salah satunya SMP Negeri 16 Banjarmasin.
Kepala SMP Negeri 16 Banjarmasin, H. Sulaiman, mengatakan kembalinya pembelajaran tatap muka disambut antusias oleh para siswa setelah cukup lama belajar dari rumah. Meski demikian, pelaksanaan PTM terbatas tetap perlu memperhatikan perkembangan kualitas udara.
“Hampir setengah bulan bahkan lebih melaksanakan PJJ jadi anak-anak sangat antusias. Sesuai dengan surat edaran jam 9.00 mulai PTM dan pulangnya 15.30,” jelas Sulaiman.
Sesuai jadwal yang disampaikan, kegiatan pembelajaran dimulai pukul 9.00 Wita dan berakhir pukul 15.30 Wita. Penyesuaian waktu tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan PTM terbatas selama masa pemulihan kondisi lingkungan.
Kembalinya pembelajaran tatap muka diharapkan dapat membantu memulihkan aktivitas pendidikan di Banjarmasin setelah terganggu oleh dampak karhutla dan penurunan kualitas udara.
Meski demikian, pemantauan kondisi lingkungan tetap diperlukan untuk memastikan kegiatan belajar mengajar berlangsung dengan memperhatikan kesehatan dan keselamatan siswa maupun tenaga pendidik.










