TVRINews, Tapin
Antusiasme masyarakat menyaksikan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 membawa berkah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satunya dirasakan Hartanto, pedagang kopi yang berjualan di area nobar dan berhasil meningkatkan penjualannya hingga dua kali lipat dibanding hari biasa.
Selama dua hari berjualan di lokasi nobar, dagangan Hartanto selalu habis dibeli penonton. Pada hari pertama, ia hanya menyiapkan sekitar 100 gelas kopi yang langsung ludes terjual.
Memasuki hari kedua semifinal Piala Dunia, Hartanto menambah stok menjadi lebih dari 200 gelas kopi. Seluruh dagangannya kembali habis terjual bahkan sebelum pertandingan memasuki babak kedua.
Hartanto mengaku senang melihat tingginya antusiasme masyarakat mengikuti nonton bareng Piala Dunia. Menurutnya, pertandingan yang digelar pada malam hingga dini hari membuat minuman hangat seperti kopi menjadi pilihan utama para penonton.

(Foto: Pedagang Kopi yang berjualan di area nobar, Hartanto)
"Pengunjung kali ini lebih ramai dibanding hari sebelumnya. Kemarin saya menyiapkan sekitar 100 gelas, sedangkan hari ini saya menambah stok hingga lebih dari 200 gelas dan semuanya habis terjual. Harapannya kegiatan seperti ini bisa lebih sering diadakan karena sangat membantu pedagang kecil seperti kami," ujar Hartanto diwawancarai pada Kamis 16 Juli 2026.
Menghadapi pertandingan final Piala Dunia 2026, para pedagang di Kabupaten Tapin berencana menambah stok dagangan hingga dua kali lipat untuk memenuhi tingginya permintaan masyarakat yang diperkirakan kembali memadati lokasi nonton bareng.










