TVRINews, Kota Banjarbaru
Program Sekolah Rakyat memberikan kesempatan kedua bagi anak-anak putus sekolah untuk kembali mengenyam pendidikan. Digagas oleh Presiden Prabowo Subianto, program ini menyasar mereka yang terpaksa meninggalkan bangku sekolah demi membantu perekonomian keluarga.
Salah seorang siswa, Muhammad Baihaki, menyampaikan rasa terima kasih karena setelah tiga tahun berhenti sekolah dirinya kembali bisa melanjutkan pendidikan. Sebelum masuk Sekolah Rakyat, ia memilih bekerja serabutan sebagai juru parkir dan penjaga malam untuk menyambung hidup.

“Terima kasih kepada Pak Prabowo atas program Sekolah Rakyat ini karena saya bisa melanjutkan sekolah setelah putus sekitar tiga tahun. Sebelumnya saya bekerja serabutan, kadang menjaga parkir dan kadang menjadi penjaga malam. Mata pelajaran yang saya sukai adalah informatika,” jelas Baihaki, dikutip Sabtu, 13 Juni 2026.
Sementara Wali Asuh Sekolah Rakyat 56 Banjarbaru, Bahrul Ilmi, mengatakan para siswa di sekolah tersebut memiliki latar belakang yang beragam, mulai dari keterbatasan ekonomi hingga kondisi keluarga broken home. Para siswa juga diberikan berbagai mata pelajaran untuk menunjang pendidikan mereka.

“Di Sekolah Rakyat 56 Banjarbaru, kami menjaring siswa dari kelompok desil 1 dan desil 2 atau kategori masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah. Selain itu, kami juga memiliki program khusus sehingga seluruh kegiatan pembelajaran direncanakan secara terukur,” jelas Bahrul.
Hadirnya Sekolah Rakyat menjadi bukti bahwa keterbatasan di masa lalu bukanlah penghalang bagi generasi muda untuk kembali bangkit dan meraih impian mereka melalui pendidikan.










