TVRINews, Banjarmasin
Kalimantan Selatan mencatat surplus beras hingga sekitar 1,176 juta ton atau menjadi yang tertinggi di Pulau Kalimantan. Meski pasokan pangan dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama satu tahun ke depan, harga beras di pasaran masih tergolong tinggi.
Kondisi tersebut memunculkan paradoks di tengah melimpahnya stok pangan. Berdasarkan data ketersediaan pangan regional, kebutuhan konsumsi beras sekitar 4,3 juta penduduk Kalimantan Selatan hanya mencapai sekitar 600 ribu ton per tahun. Dengan stok yang hampir dua kali lipat dari kebutuhan, harga beras secara teori seharusnya lebih rendah.
Salah satu faktor yang disebut memengaruhi kenaikan harga beras adalah kebijakan penyesuaian harga gabah kering panen (GKP) yang naik menjadi Rp6.500 per kilogram. Kenaikan harga gabah tersebut berdampak pada harga beras di tingkat konsumen.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman, mengatakan kenaikan harga beras perlu dilihat dari perspektif kesejahteraan petani yang selama ini masih menerima upah relatif rendah.
"Kalau ada yang bertanya mengapa kita surplus tetapi harga beras naik, perlu dipahami bahwa upah petani hanya sekitar Rp63 ribu per hari. Ketika harga itu naik, dia ada sedikit kenaikan. Upah petani selama ini belum pernah benar-benar terukur. Karena itu, berilah kesempatan kepada petani untuk menikmati sedikit peningkatan kesejahteraan," ujar Syamsir, Selasa, 2 Juni 2026.
Menurutnya, faktor eksternal juga turut memengaruhi kondisi tersebut. Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berdampak pada biaya produksi dan kebutuhan ekonomi masyarakat, termasuk petani.
"Selain itu, kondisi ekonomi global juga berpengaruh. Ketika nilai dolar berfluktuasi terhadap rupiah, petani turut merasakan dampaknya," ucapnya.
Lebih lanjut, Syamsir menilai kenaikan harga beras saat ini dapat menjadi momentum untuk memperbaiki tingkat kesejahteraan petani lokal. Pasalnya, buruh tani di Kalimantan Selatan selama ini hanya memperoleh upah sekitar Rp63 ribu per hari, sementara harga kebutuhan pokok di pedesaan terus mengalami kenaikan.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap memastikan ketersediaan beras di Kalimantan Selatan dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat untuk jangka panjang. Dengan surplus mencapai lebih dari satu juta ton, daerah ini masih menjadi salah satu lumbung pangan utama di Kalimantan.










