TVRINews, Banjarmasin
Proyek National Urban Flood Resilience Project (NUFREP) Banjarmasin tahap satu saat ini telah mencapai 84 persen. Proyek penanggulangan banjir ini terus dikebut guna mengurangi risiko genangan banjir di sejumlah wilayah Kota Banjarmasin.
Pada tahap satu, sejumlah pekerjaan telah dilakukan, meliputi pengerukan dan perkuatan tebing sungai dengan lebar delapan meter dan kedalaman 3,2 meter sepanjang 900 meter, mulai dari ruas D Master hingga Jembatan Simpang Ulin.
Selain itu, pekerjaan mencakup pembangunan pintu air dan rumah pompa Sungai Veteran Siring Bekantan, Sungai Bilu, serta Sungai Gardu. Pekerjaan juga meliputi pembangunan Jembatan Simpang Ulin dan lanskap ruang terbuka hijau.
Pelaksana Tugas Balai Wilayah Sungai Kalimantan III Sandi Erryanto menyampaikan progres pekerjaan telah mencapai 84 persen dan ditargetkan rampung pada akhir November 2026. Namun, masih terdapat kendala pembebasan lahan.

“Progres sudah mencapai 84 persen. Harapannya, akhir November sudah selesai untuk Veteran tahap satu. Ada beberapa tantangan terkait masalah lahan. Beberapa lahan masih terkendala karena ada masyarakat yang tidak ingin lahannya dibebaskan. Saat ini, kami sedang mengupayakan penyelesaiannya bersama Wali Kota Banjarmasin,” jelas Sandi pada Kamis 20 Agustus 2026.
Setelah tahap satu rampung, pekerjaan akan dilanjutkan pada tahap dua yang meliputi pengerukan dan perkuatan tebing sungai dengan lebar delapan meter dan kedalaman 3,2 meter sepanjang 850 meter, serta pembangunan Jembatan Simpang Pramuka dan Jembatan Simpang Gatot Subroto.
Hadirnya proyek NUFREP ini diharapkan dapat mengurangi luas genangan banjir sebesar 236,317 hektare atau sekitar 65,85 persen dari luas genangan eksisting.










