TVRINews, Kalimantan Selatan
Menjelang Hari Raya Iduladha, harga sapi kurban di Kabupaten Tapin mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Padahal, ketersediaan stok sapi di daerah tersebut terbilang mencukupi.
Tercatat, jumlah sapi di Kabupaten Tapin mencapai 1.382 ekor, sementara kebutuhan setiap tahunnya berkisar sekitar 800 ekor. Meski stok masih aman, harga sapi Bali mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp16–18 juta per ekor, kini menjadi Rp18–20 juta per ekor.
Kenaikan harga ini dipicu oleh meningkatnya harga sapi di tingkat pengepul yang berasal dari luar Pulau Kalimantan. Dampaknya, permintaan sapi kurban di Kabupaten Tapin mengalami penurunan, yang saat ini tercatat hanya sekitar 600 ekor.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Muhammad Erwin, mengatakan ketersediaan hewan kurban di Tapin masih mencukupi, baik sapi maupun kambing.
"Untuk ketersediaan hewan kurban tahun 2026, alhamdulillah masih mencukupi. Saat ini jumlah sapi sekitar 1.382 ekor, meskipun mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya karena ada beberapa peternak yang berhenti. Sementara untuk kambing sekitar 200 ekor dan masih terus didata. Adapun kebutuhan sapi kurban di Kabupaten Tapin setiap tahunnya berkisar sekitar 800 ekor," jelas Erwin kepada tvrinews.com, Sabtu, 16 Mei 2026.
Selain sapi, ketersediaan kambing di Kabupaten Tapin juga mencapai sekitar 200 ekor, meskipun harga turut mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya
Masyarakat diimbau untuk lebih teliti saat membeli hewan kurban, salah satunya dengan memastikan adanya penanda atau ear tag pada telinga sapi. Hal ini penting untuk memastikan hewan tersebut telah melalui proses vaksinasi dan dinyatakan sehat.










