TVRINews, Banjarbaru
Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan mengerahkan lebih dari 480 personel melalui Operasi Aman Nusa Dua Intan untuk mengantisipasi dan menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah rawan.
Sebanyak lima kabupaten dan kota menjadi fokus utama penanganan, yakni Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Tanah Laut, dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Wilayah tersebut menjadi perhatian karena dinilai rawan karhutla dan memiliki sebaran titik kebakaran yang cukup banyak.
Dalam operasi tersebut, personel kepolisian tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan karhutla serta melakukan penegakan hukum terhadap pelanggaran yang ditemukan di lapangan.
Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan, mengatakan kondisi medan yang sulit dan paparan asap menjadi tantangan tersendiri bagi personel saat melakukan pemadaman. Untuk menjaga kondisi kesehatan anggota, pemeriksaan berkala dan pemberian vitamin dilakukan, terutama bagi personel yang bertugas langsung di lokasi kebakaran.
“Kita melihat bagaimana sulitnya anggota dalam melakukan pemadaman hutan ini. Bahkan, anggota kita juga terdampak asap. Karena itu, anggota terutama yang melakukan pemadaman secara berkala kita periksa kesehatannya dan kita beri vitamin. Selain itu, kita juga memberikan alat bantu, di antaranya masker full face, kacamata, serta peralatan pemadaman seperti alkon, selang, dan lainnya,” ujar Rosyanto, Sabtu (10/10/2026).
Selain menyiagakan personel dan peralatan pemadaman, Polda Kalimantan Selatan juga menggandeng masyarakat yang memiliki tangki air untuk membantu memasok air ke lokasi kebakaran. Langkah ini dilakukan guna mempercepat penanganan titik api, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau.
Melalui Operasi Aman Nusa Dua Intan, Polda Kalimantan Selatan berharap penanganan karhutla dapat dilakukan secara lebih cepat dan efektif. Upaya tersebut juga didukung keterlibatan masyarakat dalam mencegah kebakaran serta melaporkan potensi munculnya titik api sejak dini.










