TVRINews, Banjarbaru
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat pengendalian inflasi melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi secara daring bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan sejumlah instansi terkait. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan bahan pangan pokok bagi masyarakat.
Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Eddy EJ, mengatakan pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan di sektor ekonomi terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok. Pemprov Kalsel juga siap melakukan intervensi pasar, seperti menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM), apabila terjadi lonjakan harga komoditas strategis.
"Hari ini kita kembali lagi rakor pengendalian inflasi bersama Kementerian Dalam Negeri. Disampaikan oleh Kemendagri, pantauan minggu ketiga di bulan Juli ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan. Tetapi alhamdulillah di Kalimantan Selatan kita melihat komoditas yang disampaikan tadi, seperti harga telur ayam ras, cabai rawit, dan minyak goreng merek Minyakita, tidak mengalami kenaikan yang signifikan. Ini masih berada di bawah harga acuan penjualan,"kata Eddy.
Dalam rapat yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kemendagri tersebut, pemerintah daerah diminta terus melakukan pemantauan terhadap pergerakan harga di wilayah masing-masing. Selain itu, daerah juga diharapkan memastikan distribusi dan rantai pasok komoditas pangan tetap berjalan lancar agar tidak memicu kenaikan harga.
Saat ini, perhatian pemerintah difokuskan pada sejumlah komoditas strategis, seperti beras, minyak goreng, telur ayam ras, daging ayam ras, bawang merah, dan bawang putih.
Melalui pemantauan yang dilakukan secara berkala serta kesiapan intervensi pasar, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan optimistis dapat menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan mengendalikan inflasi sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga.










