TVRINews, Banjarmasin
Menjamin aspek kehalalan dan kesejahteraan hewan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan ibadah kurban. Untuk meningkatkan kompetensi tersebut, ratusan juru sembelih dari tujuh kabupaten dan kota se-Kalimantan Selatan mengikuti pelatihan penyembelihan hewan kurban sesuai syariat Islam.
Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Banjarmasin, dan diselenggarakan oleh Angkatan Muda Sabilal Muhtadin bekerja sama dengan Juru Sembelih Halal (Juleha) Kalimantan Selatan.
Dalam pelatihan ini, peserta tidak hanya diajarkan teknik penyembelihan sesuai syariat Islam, tetapi juga dibekali ilmu fikih kurban, teknik menajamkan pisau, hingga prinsip kesejahteraan hewan.
Salah satu materi yang diberikan adalah teknik merebahkan sapi secara efisien agar hewan tidak mengalami stres sebelum disembelih.
Ketua BP Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Muhammad Tambrin, mengatakan pelatihan ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pelaksanaan penyembelihan hewan kurban yang sesuai syariat dan standar kesehatan.
“Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan pengetahuan dan edukasi kepada masyarakat dalam pelaksanaan penyembelihan hewan kurban. Kami juga mengimbau para tokoh agama, kiai, ulama, serta pengurus masjid dan musala untuk melibatkan juru sembelih yang telah memiliki sertifikat, karena mereka telah dibekali pengetahuan syariat, aspek higienis, serta berkoordinasi dengan pihak kesehatan,” ujarnya.
Dengan penerapan teknik tersebut, daging kurban yang dihasilkan diharapkan memenuhi kriteria ASUH, yakni aman, sehat, utuh, dan halal.
Selain menjaga kualitas daging, metode ini juga memastikan keselamatan petugas dari potensi bahaya selama proses penyembelihan.
Ketua Perkumpulan Juru Sembelih Halal Kalimantan Selatan, Rahmatullah, menjelaskan pelatihan dimulai dari praktik dasar hingga simulasi langsung di lapangan.
“Kegiatan diawali dengan praktik menajamkan pisau, kemudian dilanjutkan dengan materi fikih penyembelihan, kesejahteraan hewan, dan fikih kurban. Selain itu, peserta juga akan mendapatkan praktik langsung mengenai teknik merebahkan sapi yang baik,” katanya.
Sebagai bentuk apresiasi sekaligus legalitas, seluruh peserta nantinya akan memperoleh sertifikat khusus sebagai juru sembelih yang kompeten.
Upaya ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat sehingga tidak lagi ragu terhadap aspek kehalalan dan kebersihan hewan kurban yang akan didistribusikan.










