TVRINews, Tapin
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. Sepanjang September 2026, tercatat sebanyak 92 kejadian karhutla terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Tapin.
Intensitas kebakaran bahkan masih terjadi hampir setiap hari dengan sejumlah titik api muncul di lokasi yang berbeda. Kondisi tersebut mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapin memperkuat penanganan di lapangan.
BPBD Tapin telah mendirikan sembilan posko penanganan karhutla. Posko tersebut melibatkan personel TNI dan Polri, pemadam kebakaran, serta relawan untuk mempercepat respons ketika kebakaran terjadi.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tapin, H Muhammad Nor, mengatakan puluhan kejadian karhutla yang tercatat sepanjang September menyebabkan ratusan hektare lahan terbakar.
“Sepanjang September, ada 92 kejadian kebakaran yang kami catat. Luasan lahan yang berhasil kami tangani dan padamkan mencapai 257,35 hektare,” ujar H Muhammad Nor saat ditemui, Selasa (6/10/2026).
Dibandingkan bulan sebelumnya, luasan lahan yang ditangani Satgas Karhutla Tapin mengalami peningkatan. Pada Agustus, penanganan tercatat mencapai sekitar 109 hektare, sedangkan pada September meningkat menjadi 257,35 hektare.
Peningkatan tersebut menunjukkan tingginya aktivitas kebakaran lahan di wilayah Tapin selama periode tersebut. Petugas pun terus melakukan pemantauan untuk mencegah api meluas ke kawasan lain.
Untuk memperkuat penanganan, Pemerintah Kabupaten Tapin tidak hanya mengandalkan personel BPBD. Pemerintah daerah juga menggandeng TNI, Polri, pemadam kebakaran, relawan, pihak swasta, serta perusahaan yang berada di sekitar wilayah terdampak.
Kehadiran sembilan posko diharapkan dapat memperpendek waktu respons petugas ketika menerima laporan kebakaran sekaligus memperkuat koordinasi antarpihak.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat ikut menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api. Kewaspadaan dinilai penting mengingat kebakaran masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Tapin.










