TVRINews, Kalimantan Selatan
Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah memastikan sektor pertanian di wilayahnya mencatatkan kinerja positif dengan capaian surplus padi sekitar 1.200 ton per tahun. Angka tersebut melampaui kebutuhan konsumsi daerah yang berkisar 625 ton per tahun.
Bupati Hulu Sungai Tengah, Samsul Rizal, menyampaikan capaian tersebut saat menghadiri panen perdana di Desa Durian Gantang, Kecamatan Labuan Amas Selatan.
Ia menegaskan keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan infrastruktur pertanian serta inovasi yang diterapkan di lapangan.
Menurutnya, penggunaan fasilitas pengering modern yang tahan terhadap berbagai kondisi cuaca menjadi salah satu faktor kunci dalam menjaga kualitas hasil panen.
Selain itu, upaya pemulihan kesuburan tanah melalui penerapan pupuk organik pada sekitar 4.000 hektare lahan tadah hujan juga turut mendorong peningkatan produktivitas.
Samsul Rizal menilai terobosan tersebut mulai menarik perhatian sejumlah daerah lain untuk diadopsi sebagai model pengelolaan pertanian berkelanjutan.
Ia pun menekankan pentingnya penggunaan pupuk organik sebagai investasi jangka panjang bagi kesehatan tanah.
Meski dihadapkan pada potensi dampak fenomena El Nino, pemerintah daerah optimistis produktivitas pertanian tetap terjaga.
Sinergi antara pemerintah dan petani dinilai menjadi kunci utama dalam mempertahankan ketahanan pangan serta menjaga stabilitas produksi beras lokal di wilayah tersebut.










