TVRINews, Banjarmasin
PT Virgo Karya Shipping akan segera melakukan pemulihan dan pembersihan tumpahan minyak (oil recovery) dari bangkai kapal KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah pencemaran lingkungan laut yang lebih luas, sembari operasi pencarian dan penyelamatan korban terus berlangsung.
Penanganan tumpahan minyak, oli, dan bahan kimia berbahaya dilakukan bersamaan dengan operasi pencarian, penyelamatan, dan persiapan pengangkatan bangkai kapal (SAR salvage). Hingga Rabu, 21 Oktober 2026, sebanyak 53 orang masih dinyatakan hilang.
Proses pembersihan tumpahan minyak dan bahan berbahaya akan dipusatkan di sekitar lokasi tenggelamnya kapal untuk melindungi ekosistem laut. Di sisi lain, operasi salvage terus dipersiapkan dengan melibatkan sembilan penyelam profesional untuk memetakan kondisi fisik bangkai kapal, mulai dari dek atas hingga ruang mesin.
Juru Bicara PT Virgo Karya Shipping, Simson Rihi, menegaskan bahwa pencarian dan penyelamatan korban tetap menjadi prioritas sebelum pengangkatan bangkai kapal dilakukan secara menyeluruh.
Menurut Simson, proses pengangkatan bangkai kapal memerlukan kehati-hatian karena berisiko mengubah struktur kapal dan berdampak pada kondisi korban yang kemungkinan masih berada di dalam kabin.
“Yang kami lakukan adalah sekarang mempersiapkan keseluruhan tindakan yang akan dilakukan salvage itu di awal-awalnya. Karena kami mau memastikan dahulu, sedapat mungkin yang bisa kami pastikan pada saat nanti dilakukan, ini sudah tidak ada lagi istilahnya jenazah yang tertinggal, karena kami mengkhawatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan, itu bisa merusak jenazah,” ujar Simson saat dikonfirmasi, Rabu, 21 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, operasi evakuasi dan salvage masih menghadapi sejumlah kendala teknis. Di antaranya pergerakan bangkai kapal yang belum stabil, cuaca buruk, serta arus bawah laut yang tidak menentu.
Berdasarkan akumulasi data manifes, sebanyak 243 orang tercatat berada di kapal tersebut. Tim SAR gabungan telah mengevakuasi 190 orang, terdiri atas 108 orang selamat dan 82 orang meninggal dunia. Sementara itu, 53 orang lainnya masih belum ditemukan. Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran di perairan Masalembo untuk mencari para korban yang belum terevakuasi.
Di tengah upaya pencarian tersebut, penanganan tumpahan minyak dan bahan kimia berbahaya menjadi perhatian untuk menekan risiko pencemaran laut. Proses pembersihan dan pengangkatan bangkai kapal diharapkan dapat dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan personel, perlindungan lingkungan, serta upaya menemukan seluruh korban.








