TVRINews, Banjarmasin
BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan meraih Juara I Kompetisi ZISWAF kategori zakat produktif pada Festival Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia 2026. Prestasi tersebut diraih melalui Program Lumbung Pangan Berkah yang dinilai unggul dari sisi inovasi, dampak, keberlanjutan, serta efektivitas pendayagunaan zakat untuk meningkatkan kesejahteraan mustahik.
Penghargaan diberikan setelah BAZNAS Kalsel mempresentasikan Program Lumbung Pangan Berkah di hadapan dewan juri. Pada babak final, BAZNAS Kalsel bersaing dengan BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur dan BAZNAS Provinsi Maluku. Selain memaparkan program, para finalis juga mengikuti sesi tanya jawab mengenai strategi implementasi, tata kelola, hingga hasil pemberdayaan ekonomi berbasis zakat.
Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan, Ilham, menyampaikan prestasi tersebut menjadi motivasi untuk terus mengoptimalkan program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
"Intinya semua sama bahwa festival yang kita ikuti itu adalah pemberdayaan kepada masyarakat, jadi semua yang diikuti itu adalah kemanfaatannya kembali ke masyarakat. Alhamdulillah karena kita dianggap lebih baik maka kita menjadi juara terbaik," jelas Ilham pada Jumat, 17 Juli 2026.
"Dari hasil ini kita melihat bahwa pemberdayaan ekonomi yang ada di BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan harus kita maksimalkan. Mudah-mudahan masyarakat yang berdonasi, zakat, infak, dan sedekah bisa percaya kepada BAZNAS RI untuk menyalurkan zakat dan infaknya melalui BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan," sambungnya.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Ketua Bidang Perencanaan dan Keuangan BAZNAS Kalsel, M. Rafi'ie, menjelaskan Program Lumbung Pangan Berkah dikembangkan sebagai model pendayagunaan zakat produktif yang tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi penerima manfaat. Program tersebut diharapkan terus berkembang dan dapat diterapkan di berbagai daerah.
"Bagi BAZNAS Kalsel, program ini merupakan model yang harus terus dikembangkan untuk mengubah pola pikir mustahik menjadi muzakki. Hal itu tidak mudah karena memerlukan waktu, pembinaan, dan pendampingan kepada para petani. Program ini bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi juga membina petani mulai dari pengolahan tanah, pemupukan, pembuatan pupuk nabati, penyemaian, hingga menjaga kualitas hasil pertanian agar lebih baik," jelas M. Rafi'ie.
sementara itu, Kepala Seksi Pendayagunaan BAZNAS Kalsel, Zumratun Nisa, menambahkan penghargaan tersebut menjadi penyemangat bagi pimpinan dan seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan serta pendayagunaan zakat secara profesional, transparan, dan akuntabel.
"Sebelum program ini dijalankan, kami menyusun perencanaan melalui kerangka acuan kerja sebagai dasar pelaksanaan program, mulai dari penyusunan program, pelaksanaan, hingga target keluaran yang ingin dihasilkan dari Program Lumbung Pangan Berkah," jelas Zumratun Nisa.
Prestasi ini mengantarkan BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan mewakili Kawasan Timur Indonesia pada kompetisi tingkat nasional dalam rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026. Melalui berbagai program zakat produktif, BAZNAS Kalsel terus mengembangkan pemberdayaan ekonomi berkelanjutan sekaligus memperkuat pengelolaan zakat yang inovatif, profesional, dan akuntabel.










