TVRINews, Banjarbaru
Peletakan batu pertama atau ground breaking pembangunan Komando Daerah Militer (Kodam) Lambung Mangkurat di kawasan perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan resmi dilakukan pada Rabu (6/5/2026).
Prosesi ditandai dengan penekanan tombol oleh Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, yang turut didampingi Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin, anggota DPR RI Bambang Heri Purnama, serta Panglima Kodam XXII/Tambun Bungai Zainul Arifin.
Dalam sambutannya, Muhammad Saleh Mustafa menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam mewujudkan pembangunan Kodam tersebut. Ia menegaskan bahwa pembangunan ini tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam memperkuat sistem pertahanan wilayah.
“Pertahanan tidak hanya dilihat dari kekuatan militer dan alutsista, tetapi juga dari kekuatan rakyatnya. Wilayah harus mampu menyiapkan diri sejak dini, tidak hanya dalam menghadapi perang, tetapi juga dalam keadaan damai. TNI dan rakyat harus bisa bahu-membahu membangun untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya dikutip, Kamis, 7 Mei 2026.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin menyebut pembangunan Kodam Lambung Mangkurat sebagai tonggak sejarah baru bagi daerah. Menurutnya, kehadiran kembali Kodam ini menjadi simbol penguatan pertahanan sekaligus kebanggaan masyarakat Kalsel.
“Alhamdulillah hari ini kita bisa melaksanakan ground breaking. Kodam ini akan kembali bernama Kodam Lambung Mangkurat, sebagai penghormatan kepada pejuang kita. Ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kalimantan Selatan,” kata Muhidin.
Kodam Lambung Mangkurat nantinya akan dibangun di atas lahan seluas 10 hektare dengan gedung utama lima lantai. Proyek ini ditargetkan rampung pada tahun 2027 dengan anggaran sekitar Rp140 miliar yang bersumber dari Kementerian Pertahanan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, serta dukungan pemerintah kabupaten/kota di wilayah tersebut.










