TVRINews, Banjarmasin
Memasuki hari kedua pencarian korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa, Tim SAR gabungan menghadapi tantangan berat.
Cuaca buruk dan gelombang tinggi membuat proses pencarian bawah air belum dapat dilakukan. Arus laut yang kuat bahkan menyebabkan posisi bangkai kapal bergeser sekitar 1,6 nautical miles dari titik koordinat awal.
Kondisi tersebut membuat tim penyelam yang telah disiapkan belum dapat diturunkan ke lokasi. Faktor keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan operasi penyelaman.
Untuk mengantisipasi pergeseran bangkai kapal, Basarnas menyiapkan sejumlah skenario, termasuk upaya membalikkan atau menarik kapal menuju perairan yang lebih dangkal.
Selain itu, pencarian bawah air akan diperkuat dengan kehadiran KRI Canopus. Kapal tersebut disiapkan untuk mendukung operasi underwater search dengan menggunakan sejumlah perangkat berteknologi tinggi.
Peralatan yang akan dioptimalkan antara lain underwater drone, Multibeam Echo Sounder untuk memetakan posisi bangkai kapal secara lebih presisi, serta Remotely Operated Vehicle atau ROV untuk menjangkau area bawah air yang berisiko bagi penyelam.
Kepala Basarnas RI, Marsdya TNI Mohammad Syafii, mengatakan kondisi cuaca membuat tim penyelam belum dapat melakukan operasi bawah air.
“Karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan, teman-teman yang sudah kita siapkan, baik dari Kopaska TNI AL, kemudian ada satu tim penyelam khusus dari TNI AL, maupun dari Badan SAR Nasional, hari ini belum bisa kita turunkan,” ujar Mohammad Syafii, Selasa, 15 September 2026.
Menurut Syafii, KRI Canopus masih dalam perjalanan menuju lokasi kejadian dan diharapkan tiba pada Rabu pagi untuk mendukung pencarian di bawah permukaan laut.
“Kita merencanakan KRI Canopus yang masih dalam perjalanan, mudah-mudahan besok pagi sudah sampai di lokasi. Tahapan operasi berikutnya adalah pencarian underwater dengan menggunakan teknologi yang dimiliki KRI Canopus,” jelasnya.
Sementara pencarian bawah air masih menunggu kondisi yang memungkinkan, operasi di permukaan laut terus dilakukan.
Tim SAR gabungan membagi wilayah pencarian menjadi enam sektor berdasarkan analisis SAR Map System. Armada yang terlibat kemudian dikerahkan untuk melakukan penyisiran di sektor masing-masing.










