TVRINews, Banjarmasin
Sebanyak 1.033 jemaah asal Banjarmasin diproyeksikan masuk dalam estimasi keberangkatan haji tahun 2027 atau 1448 Hijriah. Hingga 27 Juli 2026, sekitar 90 persen calon jemaah telah melaporkan diri dan menyatakan bersedia berangkat.
Persiapan keberangkatan calon jemaah haji tahun 2027 telah dimulai. Jumlah kuota jemaah haji Banjarmasin meningkat signifikan, yakni sebanyak 318 jemaah dari sebelumnya 715 jemaah pada 2026.
Menurut Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kota Banjarmasin, H. Ahmad Sya’rani, pengumuman nomor urut porsi calon jemaah telah disampaikan melalui berbagai media sosial.
Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) se-Kota Banjarmasin juga telah menyampaikan bahwa proses pelengkapan dokumen dimulai dan harus diselesaikan paling lambat 27 Juli 2026.
Hingga saat ini, sekitar 90 persen dari total kuota telah berkoordinasi dengan Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Banjarmasin serta menyatakan bersedia berangkat. Sementara itu, 10 persen calon jemaah yang belum berkoordinasi akan terus diverifikasi datanya melalui langkah jemput bola.
“Dari data yang kami terima, sekitar 90% sudah siap dan tinggal 10% lagi. Untuk sisa 10% ini, Kementerian Haji dan Umrah Kota Banjarmasin akan mengerahkan tim untuk menyisir dan mencari informasi jemaah yang belum memperbarui data. Langkah yang kami ambil nantinya adalah jemput bola,” jelas Sya’rani dikutip pada Kamis, 30 Juli 2026.
Terkait besaran biaya perjalanan ibadah haji 2027, Kementerian Haji dan Umrah Kota Banjarmasin masih menunggu kepastian dari Kementerian Haji dan Umrah pusat.
Pemerintah pusat sebelumnya mengusulkan perubahan skema Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH) untuk pelaksanaan haji 2027, agar jemaah tidak mengalami kesulitan dalam membayar biaya perjalanan ibadah haji.









