TVRINews, Kab. Tanah Bumbu
Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu mulai memperbaiki sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan di berbagai wilayah. Program ini menjadi langkah awal pemerintah daerah untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus menjawab keluhan masyarakat terkait banyaknya jalan berlubang.
Salah satu ruas yang kini dalam tahap perbaikan berada di Jalan 30, Kecamatan Simpang Empat. Di lokasi tersebut, petugas telah memasang penanda proyek dan mulai memperbaiki bagian jalan yang rusak dengan metode pengecoran.
Pengerjaan dilakukan secara bertahap. Bagian jalan yang berlubang terlebih dahulu dikupas, kemudian diisi menggunakan cor beton hingga permukaan kembali rata dan lebih kuat untuk dilalui kendaraan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tanah Bumbu, Ansyari Firdaus, mengatakan perbaikan tidak hanya difokuskan di Jalan 30, tetapi juga mencakup sejumlah ruas lain yang telah masuk dalam daftar prioritas pemerintah daerah.
Beberapa ruas yang akan ditangani antara lain Jalan Kuranji, Jalan Manggis, Jalan BKW, Jalan Dharma Praja, serta sejumlah jalan lain yang mengalami kerusakan.

(Foto: Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Tanah Bumbu, Ansyari Firdaus)
“Sesuai instruksi Bupati, pada anggaran 2026 kami memprioritaskan pemeliharaan jalan melalui pengecoran, termasuk di kawasan Kilometer 30 dan ruas-ruas lainnya. Setelah itu, pada 2027 akan dilanjutkan dengan pengaspalan agar kondisi jalan semakin baik dan nyaman digunakan masyarakat,” kata Ansyari, Jumat, 3 Juli 2026
Untuk mendukung program tersebut, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu mengalokasikan anggaran sebesar Rp28,4 miliar. Dari jumlah itu, Rp25,5 miliar diperuntukkan bagi perbaikan jalan di 12 kecamatan, sedangkan Rp2,9 miliar digunakan untuk penanganan ruas jalan kabupaten di kawasan perkotaan.
Pemkab Tanah Bumbu menargetkan seluruh ruas jalan yang mengalami kerusakan dan memerlukan pengecoran dapat ditangani secara bertahap pada tahun ini. Setelah pekerjaan dasar selesai, peningkatan kualitas jalan melalui pengaspalan dijadwalkan mulai dilaksanakan pada 2027.










