TVRINews, Banjabaru
Upaya pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Area Ring Satu sekitar bandara seperti di Jalan Bandara Baru dan Jalan Sempati Ujung Banjarbaru, Kalimatan Selatan (Kalsel) terus ditingkatkan.
Tim gabungan dari Polda Kalsel dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel bergerak menyisir lahan gambut untuk mengejar dan melumpuhkan sisa-sisa bara api yang tersembunyi di bawah permukaan tanah.
Kapolda Kalsel, Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan penanganan Karhutla kali ini diperkuat inovasi cairan pemadam ramah lingkungan berbasis minyak nabati.
Cairan nabati tersebut diklaim mampu menembus kedalaman tanah gambut, menekan suhu panas lebih efektif, dan menghentikan pembentukan asap tanpa merusak ekosistem.
“Mudah-mudahan ini berhasil dan akan kita produksi sebanyak-banyaknya untuk memperbanyak cairan ini. Jadi ini bahannya dari minyak nabati tentunya ini tidak membahayakan dengan ekosistem dan tanah ini sendiri dan nanti ke depannya bisa menjadi pupuk untuk tanah ini,” harap Irjen Pol. Yudha saat ditemui, Senin, 1 September 2026.
Gubernur Kalsel Muhidin mengatakan dengan berbagai upaya tersebut, dirinya optimis penanganan Karhutla mampu dilakukan lebih cepat terutama di lahan gambut.
“Hari ini kita mengontrol lagi dan pak Kapolda menemukan penelitian ada campuran bahannya tadi dan ini lebih murah dan ketika digunakan tanah lebih dingin,” kata Muhidin.
Saat ini, pasokan bahan baku tambahan didatangkan dari Jakarta dan Surabaya untuk meningkatkan kapasitas produksi cairan pemadam tersebut secara masif dalam pekan ini.
Diharapkan, upaya penyisiran dan pemadaman di seluruh area rawan di Kalsel dapat diselesaikan dengan maksimal.









