TVRINews, Banjarmasin
Kasus demam berdarah dengue (DBD) kembali meningkat di Kota Banjarmasin. Kelompok yang paling banyak terdampak meliputi balita, anak-anak usia 6 hingga 11 tahun, serta orang dewasa. Balita dan anak-anak dinilai lebih rentan terinfeksi karena tingginya aktivitas di luar rumah maupun sekolah, serta sistem kekebalan tubuh yang masih berkembang.
Menanggapi peningkatan kasus tersebut, Puskesmas Pemurus Dalam Kota Banjarmasin memperkuat upaya pencegahan melalui pelaksanaan program vaksinasi DBD.
Pelaksana Tugas Kepala Puskesmas Pemurus Dalam, Dian Kusuma Putra, mengatakan vaksinasi menjadi salah satu langkah pencegahan tambahan yang melengkapi penerapan gerakan 3M Plus.
"Untuk langkah preventifnya bisa melakukan 3M, terutama bak penampungan air harus rutin dikuras dan membersihkan selokan di sekitar rumah. Pada 2026 ini kami mendapat program vaksinasi DBD bagi masyarakat yang bersedia. Untuk pelaksanaan selanjutnya kami masih menunggu kebijakan dari pemerintah," ujar Dian Kusuma Putra saat ditemui pada 3 Juli 2026.
Selain vaksinasi, masyarakat diimbau terus menerapkan gerakan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup wadah penyimpanan air, serta mendaur ulang atau mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.
Puskesmas juga mengingatkan para orang tua agar segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam tinggi mendadak selama dua hingga tujuh hari yang disertai mual, muntah, nyeri otot, maupun muncul bintik-bintik merah pada kulit, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko komplikasi dapat diminimalkan.









