TVRINews, Kotabaru
LPP TVRI Stasiun Kalimantan Selatan melakukan pengecekan jaringan dan kekuatan sinyal digital secara masif di sejumlah wilayah menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026. Kegiatan pemeliharaan difokuskan di Kabupaten Kotabaru dan Kabupaten Tanah Bumbu guna memastikan kualitas siaran dapat diterima masyarakat dengan optimal.
Langkah percepatan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur transmisi sebelum pembukaan ajang sepak bola terbesar di dunia yang akan berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026.

Pengecekan jaringan bertujuan menjaga kualitas siaran televisi digital TVRI agar dapat diterima secara stabil oleh masyarakat. Melalui optimalisasi ini, warga di kawasan pesisir maupun wilayah pedalaman Kalimantan Selatan diharapkan dapat menikmati setiap pertandingan dengan kualitas gambar yang jernih dan suara yang bersih.
Selama beberapa hari terakhir, Tim Teknik TVRI Kalimantan Selatan turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengukuran, pengujian instrumen, serta evaluasi menyeluruh terhadap kondisi jaringan dan keandalan sinyal pemancar digital.
Upaya tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat yang menantikan siaran langsung Piala Dunia 2026.
"Dengan dibantu oleh warga lokal di sini, tim TVRI sudah berhasil mengakses dan mengoptimalkan jaringan hingga ke pelosok-pelosok desa. Kami sangat senang karena warga di daerah terpencil pun sekarang bisa ikut nonton siaran langsung Piala Dunia tahun ini dengan nyaman," ujar Sanja Wijaya, salah seorang warga setempat, Selasa, 9 Juni 2026.
Melalui persiapan tersebut, TVRI Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan informasi dan hiburan olahraga berkualitas secara gratis bagi masyarakat di seluruh Kalimantan Selatan.
Untuk menjaga stabilitas pancaran sinyal selama turnamen berlangsung, TVRI Kalimantan Selatan juga membuka ruang komunikasi dengan masyarakat. Warga diimbau aktif menyampaikan laporan, kendala, maupun masukan terkait kualitas penerimaan siaran digital di wilayah masing-masing.
Partisipasi masyarakat dinilai penting agar tim teknis dapat mendeteksi lebih dini berbagai kendala dan melakukan penanganan cepat apabila terjadi gangguan pada perangkat pemancar di lapangan.










