TVRINews, Banjarbaru
Petugas gabungan dari Polsek Banjarbaru Utara, pihak kelurahan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta belasan unsur relawan dan masyarakat diterjunkan setiap hari secara bergotong royong di wilayah Loktabat Utara, Banjarbaru.
Upaya pemadaman rutin terus dilakukan pada area terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diperkirakan mencapai 14 hektare. Meski pasokan air dari sumber sungai dan unit BPBD mencukupi, karakteristik tanah gambut menjadi kendala utama di lapangan.
Permukaan tanah yang sudah dibasahi kerap kembali memicu bara api dan asap akibat tiupan angin yang cukup kencang.
Lurah Loktabat Utara, Dedy Wahyudie, mengatakan sinergi bersama dilakukan untuk mempercepat penanganan karhutla di wilayahnya.
“Alhamdulillah, di Posko 3 Loktabat Utara, sinergi kita terjaga. Hampir setiap hari kami melakukan pemantauan karena wilayah ini merupakan lahan gambut. Ketika terkena tiupan angin sedikit saja, api bisa kembali muncul. Sebenarnya bara masih ada di dalam tanah, tetapi mungkin masih kecil, sehingga kami terus melakukan pemantauan,” jelas Dedy Wahyudie pada Senin, 28 September 2026.
Kapolsek Banjarbaru Utara, AKP Yuwono, menyampaikan bahwa setiap hari pihaknya bersiaga di lokasi, baik untuk melakukan pembasahan lahan gambut maupun patroli rutin guna mencegah pembakaran lahan secara sengaja.
“Untuk siang ini, Polsek Banjarbaru Utara secara rutin setiap hari melakukan pemadaman karhutla di wilayah Loktabat Utara. Terdapat sembilan titik dengan luas sekitar 14 hektare. Sementara untuk kendala air, alhamdulillah masih tersedia,” jelas AKP Yuwono.
Guna mencegah perambatan api dari wilayah sekitar seperti Guntung Damar, tim gabungan kini memfokuskan tindakan pada pembasahan titik asap bawah tanah serta pengawasan ketat bersama warga lokal. Sinergi dan kesiapsiagaan harian ini diharapkan mampu menekan potensi timbulnya kabut asap yang dapat mengganggu aktivitas warga setempat.










