TVRINews – Kota Banjarmasin
Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin melakukan penggabungan atau regrouping sejumlah sekolah dasar negeri pada 2026. Kebijakan ini ditempuh untuk mengoptimalkan penggunaan fasilitas pendidikan sekaligus meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan belajar mengajar.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Ryan Utama mengatakan, penggabungan dilakukan dengan skema dua sekolah menjadi satu maupun tiga sekolah menjadi satu. Tahapan sosialisasi kepada pihak sekolah dan orang tua siswa juga telah dilaksanakan.
Beberapa sekolah yang masuk dalam kebijakan tersebut yakni SDN Teluk Dalam 9 dan SDN Teluk Dalam 10. Keduanya akan digabung setelah hasil Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) sebelumnya hanya mencatat satu siswa baru.
Penggabungan juga dilakukan terhadap SDN Kelayan Barat 2 dan SDN Kelayan Barat 3 yang saat ini menjalani rehabilitasi total.
Selain itu, SDN Pengembangan 8, SDN Pengembangan 9, dan SDN Pengembangan 10 akan dilebur dengan SDN Pengembangan 8 sebagai sekolah induk. Menurut Ryan, keputusan tersebut mempertimbangkan kondisi bangunan dan lokasi masing-masing sekolah.
SDN Pengembangan 10 dinilai sudah tidak layak, sedangkan SDN Pengembangan 9 berdiri di atas lahan milik TNI dan terdampak program pembangunan Kanal Veteran.
“Pada 2026, ada beberapa sekolah yang akan kita gabung. SDN Teluk Dalam 9 dan 10, karena hasil SPMB kemarin hanya satu siswa baru. Kemudian SDN Kelayan Barat 2 dan 3 yang saat ini direhabilitasi total. SDN Pengembangan 8, 9, dan 10 juga dijadikan satu di Pengembangan 8. Selain itu, SDN Banua Anyar 2 dan 4 juga akan digabung,” jelas Ryan, Selasa, 3 November 2026.
Dinas Pendidikan juga memasukkan SDN Banua Anyar 2 dan SDN Banua Anyar 4 dalam daftar sekolah yang akan digabung.
Ryan menargetkan pelaksanaan SPMB 2027 sudah terpusat di sekolah induk hasil penggabungan. Dengan demikian, proses penerimaan murid baru dapat mengikuti struktur kelembagaan sekolah yang telah ditata.
Melalui kebijakan regrouping tersebut, pemerintah kota berharap pemerataan tenaga pendidik dapat lebih optimal. Selain itu, pemanfaatan sarana dan prasarana pendidikan diharapkan semakin efektif sehingga siswa memperoleh fasilitas belajar yang lebih layak dan representatif.









