TVRINews, Kalimantan Selatan
Keberadaan instalasi Rumah Aman Asap di Puskesmas Pemurus Dalam dimanfaatkan sebagai tempat pelayanan bagi pasien yang membutuhkan terapi nebulisasi. Fasilitas ini menjadi salah satu bagian dari upaya penanganan gangguan pernapasan, terutama di tengah meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah tersebut.
Berdasarkan data E-Pus Puskesmas Pemurus Dalam, jumlah kasus ISPA menunjukkan tren peningkatan selama tiga bulan terakhir. Pada Juli, tercatat sebanyak 25 kasus, kemudian meningkat menjadi 60 kasus pada Agustus, dan kembali bertambah hingga 105 kasus pada September.
Pemanfaatan instalasi Rumah Aman Asap ini didominasi oleh pasien kategori anak-anak yang membutuhkan penanganan gangguan pernapasan. Selama seminggu sejak instalasi tersedia, tercatat tujuh pasien yang berasal dari kategori anak-anak. Kondisi ini menjadi perhatian mengingat anak-anak termasuk kelompok yang rentan terdampak paparan asap dan kualitas udara yang buruk.
Tidak semua pasien ISPA dapat memperoleh terapi nebulisasi. Keterbatasan ketersediaan alat dan obat nebulisasi menjadi salah satu kendala dalam memenuhi kebutuhan terapi bagi pasien. Pemberian terapi tetap perlu disesuaikan dengan kondisi pasien serta indikasi medis.
Di sisi lain, pihak Puskesmas Pemurus Dalam terus mengimbau masyarakat agar melakukan upaya pencegahan ISPA dengan menghindari paparan asap, menjaga kebersihan lingkungan, menggunakan masker saat berada di lingkungan berasap atau berdebu, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala gangguan pernapasan.
Kepala Puskesmas Pemurus Dalam, Rony, menjelaskan bahwa pasien yang datang mengalami keluhan beragam, mulai dari batuk hingga pilek. Sejak adanya bantuan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), sekitar tujuh pasien telah memanfaatkan terapi nebulisasi, yang sebagian besar merupakan anak-anak.
“Kasusnya variatif, ada yang batuk pilek, ada yang perlu penanganan terapi nebu. Semenjak ada bantuan CSR, ada kurang lebih sekitar tujuh pasien menggunakan terapi nebu. Dari tujuh orang, sebagian besar anak-anak,” jelas Rony, Jumat, 23 Oktober 2026.
Pemanfaatan instalasi Rumah Aman Asap diharapkan dapat terus mendukung pelayanan kesehatan bagi pasien dengan gangguan pernapasan. Namun, di tengah peningkatan kasus ISPA, ketersediaan sarana dan obat-obatan juga menjadi hal penting untuk menunjang pelayanan yang optimal










