TVRINews, Banjarbaru
Tim gabungan dikerahkan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan di kawasan Hutan Lindung Liang Anggang, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Sekitar 180 personel dilibatkan dalam upaya pencegahan, salah satunya melalui pembasahan lahan gambut di sekitar kawasan hutan lindung.
Kawasan Blok Satu Hutan Lindung Liang Anggang memiliki sekitar 960 hektare lahan gambut. Kondisi lahan gambut yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan membuat pembasahan menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah meluasnya kebakaran.
Kebakaran di lahan gambut juga dapat merambat hingga ke bawah permukaan tanah. Karena itu, meski api dan asap di permukaan telah hilang, titik api masih berpotensi bertahan di dalam lapisan gambut.
Untuk menjaga kelembapan kawasan, tim gabungan dari Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan bersama Pangkalan TNI Angkatan Laut Banjarmasin melakukan normalisasi kanal yang mengelilingi kawasan hutan lindung.
Selain itu, aliran air dari irigasi Kolam Ujung yang dikelola Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang serta Balai Wilayah Sungai dialirkan menuju kanal di sekitar Hutan Lindung Liang Anggang.
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, Fathimatuzzahra, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan air di sekeliling kawasan hutan lindung sekaligus menjaga kondisi lahan tetap basah.

“Posisi saat ini, kita sedang menormalisasi kanal yang ada di sini. Kemudian, dari irigasi yang dikelola oleh PUPR dan Balai Wilayah Sungai dialirkan mengelilingi wilayah Hutan Lindung Liang Anggang agar di sekelilingnya ada air,” jelas Fathimatuzzahra, Kamis, 3 September 2026.
Selain pembasahan dan normalisasi kanal, personel juga disiagakan untuk melakukan pemantauan di sejumlah titik yang dinilai rawan terjadi karhutla.
Sebanyak 180 personel dilibatkan dalam upaya pencegahan tersebut. Terdiri atas 150 personel dari Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan dan 30 personel TNI Angkatan Laut melalui Lanal Banjarmasin.
Langkah pencegahan ini dilakukan untuk mengantisipasi munculnya titik api, sekaligus mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran di kawasan Hutan Lindung Liang Anggang.










