TVRINews, Banjarmasin
Aliansi Pemuda Kalimantan Selatan menggelar aksi unjuk rasa di Kantor PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Banjarmasin, Selasa (28/7/2026). Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan tujuh tuntutan kepada PLN, salah satunya meminta pertanggungjawaban atas pemadaman listrik bergilir yang kembali terjadi di sejumlah wilayah.
Selain meminta kepastian mengenai berakhirnya pemadaman bergilir, massa juga mendesak PLN memberikan kompensasi kepada masyarakat dan pelaku usaha yang terdampak gangguan pasokan listrik.
Koordinator aksi, Sunir, mengatakan masyarakat membutuhkan kepastian terkait normalisasi sistem kelistrikan serta bentuk tanggung jawab PLN terhadap kerugian yang dialami pelanggan.
"Kami telah menyampaikan tujuh tuntutan kepada PLN. Yang paling utama adalah kepastian kapan pemadaman bergilir ini akan berakhir. Selain itu, kami meminta kompensasi bagi masyarakat dan pelaku usaha yang terdampak akibat gangguan pasokan listrik," ujar Sunir.
Menanggapi tuntutan tersebut, Asisten Manajer Transaksi Energi Listrik PLN UP3 Banjarmasin, Akhyar Rifani, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi. Ia memastikan pelanggan yang memenuhi ketentuan akan memperoleh kompensasi sesuai regulasi yang berlaku.
"PLN akan memberikan kompensasi kepada pelanggan sesuai ketentuan. Untuk pelanggan pascabayar, kompensasi diberikan dalam bentuk pengurangan tagihan listrik. Sedangkan pelanggan prabayar akan memperoleh tambahan token listrik saat melakukan pembelian token berikutnya," jelas Akhyar.
Sementara itu, Asisten Manajer Niaga dan Pemasaran PLN UP3 Banjarmasin, Muhammad Hendy Saifuddin, menjelaskan pemadaman bergilir dipicu oleh terganggunya pasokan daya akibat kerusakan pada PLTU Tanjung dan PLTU Kuala Kurun, serta pemeliharaan yang sedang berlangsung di PLTU Asam-Asam.
Menurut Hendy, sistem kelistrikan Kalimantan saat ini telah terintegrasi sehingga gangguan pada satu pembangkit berdampak terhadap pasokan listrik di wilayah lainnya.
"Saat ini sistem masih berada dalam kondisi defisit karena kebutuhan listrik masyarakat lebih tinggi dibandingkan daya yang tersedia. Kami menargetkan kondisi berangsur membaik pada akhir Juli, kemudian memasuki kondisi siaga pada awal Agustus setelah sejumlah pembangkit kembali beroperasi. Penambahan pasokan sekitar 200 megawatt diharapkan mampu memulihkan sistem secara bertahap," kata Hendy.
Usai menyampaikan aspirasi, Aliansi Pemuda Kalimantan Selatan meminta PLN segera menggelar rapat dengar pendapat bersama para pemangku kepentingan untuk membahas solusi atas persoalan tersebut. Massa memberikan waktu 2 x 24 jam kepada PLN untuk menindaklanjuti tuntutan mereka.
Apabila tidak ada respons sesuai harapan, Aliansi Pemuda Kalimantan Selatan menyatakan akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar.









