TVRINews, Kab. Banjar
Fenomena kemarau panjang membuat debit air Sungai Awang Bangkal di Desa Awang Bangkal Barat, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, mengalami penyusutan drastis. Bibir sungai yang biasanya tergenang air kini surut dan membentang menjadi daratan lapang. Kondisi tersebut mendadak menjadi daya tarik tersendiri bagi warga sekitar.
Pemandangan unik akibat surutnya aliran sungai ini dimanfaatkan masyarakat dengan berbondong-bondong datang untuk berekreasi. Di sisi lain, ramainya kunjungan warga turut membawa berkah bagi para pedagang kecil di sekitar lokasi dengan memberikan tambahan penghasilan.
Kendati menjadi magnet wisata dadakan, ramainya warga yang berkunjung turut memicu kekhawatiran dari Pemerintah Desa Awang Bangkal Barat, terutama menyangkut aspek keselamatan pengunjung akibat kontur dasar sungai yang curam dan berbahaya.
Sekretaris Desa Awang Bangkal Barat, Sayuti Atmajaya, menegaskan bahwa lokasi tersebut belum dikelola secara resmi oleh pihak desa karena faktor risiko yang tinggi.
"Wisata dadakan ini belum dikelola karena kami belum berani mengelolanya. Kondisi airnya sangat berisiko, ibaratnya landes, sehingga dikhawatirkan ada orang yang tenggelam. Kemarin sudah dilakukan rapat koordinasi dengan para pengusaha, dan kami berencana melakukan normalisasi sungai agar pendangkalan tidak semakin terlihat," ungkap Sayuti Atmajaya, pada Rabu 9 September 2026.
Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, Pemerintah Desa Awang Bangkal Barat berencana segera merealisasikan program normalisasi serta pengerukan sedimen sungai guna mengembalikan fungsi normal aliran air.
Langkah ini diharapkan mampu menata kembali lingkungan sekitar, menjaga kelestarian ekosistem sungai, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat maupun pengunjung yang beraktivitas di kawasan tersebut.










