TVRINews, Banjarbaru
Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta paparan kabut asap di wilayah Banjarbaru dan sekitarnya berada dalam kondisi yang kian memprihatinkan. Luas lahan yang terbakar di Kota Banjarbaru tercatat telah mencapai 964 hektare.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru mencatat sejumlah wilayah dengan luasan kebakaran cukup signifikan, di antaranya Tambak Buluh, Awang Peramuan, dan Pengayuan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Banjarbaru, Harun Arrasyid memastikan penanganan terus dilakukan tim gabungan di lapangan baik dari pemerintah, TNI-Polri, relawan hingga pihak swasta. Saat ini, titik konsentrasi penanganan di daerah Pengayuan dan Peramuan.

“Untuk titik yang paling kita konsentrasikan di daerah Tambak Buluh, Awang Peramuan dan Pengayuan. Mudah-mudahan tidak ada eskalasi yang luar biasa,” kata Harun saat ditemui pada Jumat, 21 Agustus 2026.
Di sisi lain, kondisi kualitas udara di Banjarbaru pada pagi hari tercatat berada dalam kategori tidak sehat hingga berbahaya bagi kesehatan.
Dampak kabut asap juga mulai terlihat dari peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru hingga minggu ke-32, jumlah kasus ISPA telah mencapai sekitar 23 ribu kasus.

Selama periode karhutla, kasus ISPA tercatat mengalami peningkatan hingga sekitar 1.000 kasus per pekan.










