TVRINews, Banjarbaru
Kondisi kekeringan dan terbatasnya sumber air di lokasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kota Banjarbaru menyulitkan proses pemadaman. Merespons kendala tersebut, Detasemen Zeni Tempur 8/Gawi Manuntung (Denzipur 8/GM) Kodam XII/Tanjungpura mengambil langkah cepat dengan membangun sumur bor di Jalan Sempati Ujung, Kelurahan Syamsudin Noor, Banjarbaru.
Pembangunan sumber air darurat ini difokuskan pada kawasan Ring Satu akses bandara guna menyuplai kebutuhan air bagi Satgas Darat penanganan Karhutla.
Komandan Denzipur 8/GM, Kapten Czi Tri Aviyananto Wirawan, menjelaskan bahwa pembuatan fasilitas ini merupakan tindak lanjut dari instruksi pimpinan usai peninjauan Karhutla oleh Presiden.
Sebagai bentuk respons cepat, Pangdam menginisiasi pembuatan 1.000 titik sumur bor di area rawan kebakaran. Denzipur 8/GM menegaskan tengah memperluas pemetaan titik pembuatan sumur bor di lokasi potensial lainnya.

"Saat ini kami sedang melaksanakan perintah terkait penanganan Karhutla, sesuai dengan arahan Bapak Presiden pada saat datang kemarin untuk membantu dalam penanganan Karhutla tersebut. Sehingga Bapak Pangdam melaksanakan inisiasi untuk membuat 1.000 titik sumber bor air, di mana ini digunakan sebagai sumber air atau titik-titik pengambilan air bagi personel dalam memadamkan api. Rencana kami di Buntung Damar ini ada dua titik yang rencana awal akan kami bangun. Saat ini kami juga sedang berkoordinasi dengan Kodim Banjar untuk mencari titik hotspot yang kemungkinan membutuhkan sumber air dan lokasi yang sangat sering terjadi kebakaran," terang Kapten Czi Tri Aviyananto Wirawan, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Selain di Jalan Sempati Ujung, satu unit sumur bor tambahan bakal segera dibangun setelah hasil survei lapangan bersama Kodim 1006/Banjar rampung dilaksanakan.

Kehadiran sumur bor ini tidak hanya difungsikan saat terjadi Karhutla, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk kebutuhan harian, seperti mengairi lahan pertanian dan berkebun.
Warga diimbau untuk turut menjaga serta merawat fasilitas penunjang ini agar tetap berfungsi optimal sebagai cadangan mata air saat musim kemarau melanda.










