TVRINews, Kalimantan Selatan
Kemarau ekstrem dan kenaikan biaya distribusi memicu kenaikan harga sejumlah komoditas pangan di Kalimantan Selatan (Kalsel). Berdasarkan pemantauan Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, harga cabai rawit lokal di Kabupaten Balangan mencapai Rp 170 ribu per kilogram. Sementara di Kota Banjarmasin dan Kabupaten Tanah Bumbu harganya Rp 100 ribu per kilogram.
Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, H. Ahmad Bagiawan mengatakan kenaikan harga dipengaruhi cuaca ekstrem yang berdampak pada hasil panen serta biaya angkutan bahan pangan dari luar daerah.

Cuaca ekstrem yang terjadi berdampak pada banyaknya komoditas yang mengalami gagal panen bahkan terbakar akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) seperti bawang dan cabai. Selain itu biaya angkutan juga memengaruhi harga karena banyak bahan pangan didatangkan dari pulau Jawa termasuk dari Surabaya.
"Jadi hari ini di Balangan harga cabai Rp 170 ribu per kilo jadi ini belum pernah terjadi, dampaknya tentu kita memaklumi kebutuhan cabai yang cukup tinggi ini sehingga masyarakat harus menyesuaikan," jelas H. Ahmad Bagiawan saat ditemui pada Rabu, 28 Oktober 2026.
Sementara itu untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat Pemprov Kalsel menggelar pasar murah di sejumlah kabupaten/kota. Pemerintah berharap langkah ini dapat membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.










