TVRINews, Banjarmasin
Minyak goreng subsidi merek Minyakita mulai langka di Pasar Tradisional Harum Manis, Banjarmasin, sejak awal Juni 2026. Selain sulit diperoleh, harga jual komoditas tersebut juga dilaporkan telah melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang masih berlaku.
Kelangkaan ini dikeluhkan para pedagang. Sebagian mengaku kesulitan memperoleh pasokan, bahkan ada yang sudah tidak lagi memiliki stok untuk dijual.
Salah seorang pedagang, Khairul Rizal, mengaku berhenti menjual Minyakita sejak sepekan menjelang Hari Raya Idulfitri. Menurutnya, pasokan semakin sulit diperoleh setelah distribusi dilakukan melalui satu jalur. Di sisi lain, harga modal dari agen atau distributor dinilai terlalu tinggi sehingga tidak memungkinkan dijual sesuai HET.
"Minyakita yang katanya subsidi ini harganya kurang lebih saja. Sebelum ada isu kenaikan harga resmi dari pemerintah pun, di lapangan harganya sudah di atas HET. Selisihnya paling hanya Rp2.000 sampai Rp3.000 saja dibanding minyak goreng komersil dan saya belum dapat pasokan lagi sejak seminggu sebelum Idulfitri lalu," ungkap Khairul Rizal kepada TVRI News pada Selasa, 9 Juni 2026.
Keluhan serupa disampaikan pedagang lain, Subli. Ia mengatakan pasokan Minyakita tidak menentu dan jumlah yang diterima kerap sangat terbatas.
"Ya kadang-kadang ada masuk, kadang-kadang tidak ada. Apa yang ada di toko, itu saja yang dijual. Sudah dua hari ini stok Minyakita di tempat saya kosong," keluh Subli.
Kelangkaan dan tingginya harga Minyakita mulai memengaruhi pola belanja masyarakat. Pedagang menyebut banyak konsumen beralih ke minyak goreng kemasan komersial yang lebih mudah ditemukan di pasaran.
Meski dibanderol sekitar Rp21.000 per liter, minyak goreng non-subsidi kini menjadi pilihan utama karena ketersediaannya lebih terjamin. Kondisi tersebut juga membuat pedagang lebih banyak menyediakan minyak goreng premium untuk menjaga penjualan harian.
Pedagang berharap pengelola pasar dan instansi terkait segera melakukan pemantauan distribusi hingga ke gudang-gudang daerah guna memastikan pasokan kembali lancar. Sementara itu, keputusan mengenai penyesuaian HET Minyakita dari pemerintah pusat masih menunggu pengumuman resmi yang diperkirakan berlangsung dalam dua pekan mendatang.










