TVRINews – Kota Banjarbaru
Pemerintah Kota Banjarbaru menggelar operasi pasar murah di dua lokasi berbeda sebagai upaya membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman Kantor Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Banjarbaru serta halaman Kantor Imigrasi Banjarmasin di Banjarbaru pada 11–12 Juni 2026.
Dalam operasi pasar tersebut, pemerintah menyediakan 400 tabung LPG 3 kilogram serta berbagai kebutuhan pokok yang dijual dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.
Kegiatan itu mendapat respons positif dari masyarakat. Warga yang datang mengaku terbantu, terutama dalam memperoleh LPG subsidi yang selama ini tidak selalu mudah didapatkan di sekitar tempat tinggal mereka.
Salah seorang warga, Tuti, mengatakan keberadaan operasi pasar sangat membantu kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Ia mengaku dapat membeli LPG 3 kilogram sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

“Di tempat kami tidak ada pangkalan yang dekat, sehingga biasanya beli LPG di pangkalan yang jauh,” ujar Tuti.
Kepala Disdagperin Kota Banjarbaru, Muriani, menjelaskan operasi pasar digelar sebagai bentuk intervensi pemerintah untuk menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok sekaligus memastikan distribusi LPG subsidi berjalan dengan baik.
“Untuk membantu masyarakat, kami menggelar dua kali operasi pasar. Kegiatan ini bekerja sama dengan Imigrasi, dengan total 400 tabung yang disalurkan, masing-masing 200 tabung di setiap kegiatan,” kata Muriani.
Selain LPG subsidi, masyarakat juga dapat membeli sejumlah kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran.
Muriani menegaskan pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan harga bahan pokok di pasar tradisional guna mengantisipasi potensi lonjakan harga maupun gangguan pasokan.
Pemerintah Kota Banjarbaru juga berencana melanjutkan kegiatan operasi pasar secara berkala di sejumlah wilayah yang dinilai membutuhkan intervensi, sehingga stabilitas harga dan daya beli masyarakat tetap terjaga.










