TVRINews, Banjarbaru
Luas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kota Banjarbaru terus bertambah hingga mencapai lebih dari 620 hektare. Untuk memperkuat penanganan, Pemerintah Kota Banjarbaru menggelar apel kesiapsiagaan di Lapangan Murjani, Kamis, 6 Agustus 2026.
Apel tersebut bertujuan memastikan kesiapan personel, relawan, serta kelengkapan peralatan yang digunakan dalam penanganan Karhutla di lapangan.
Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni, mengatakan penanganan Karhutla memerlukan kerja sama seluruh unsur, mulai dari pemerintah, TNI, Polri, dunia usaha, hingga masyarakat.
“Kita mengumpulkan di sini untuk menuntaskan ataupun menghadapi kebakaran hutan dan kekeringan ini kita perlu bergandeng tangan dan berkolaborasi bersama-sama untuk menciptakan Banjarbaru yang nyaman,” kata Sirajoni.
Seluruh personel, khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru, terus disiagakan untuk melakukan pemantauan sekaligus penanganan Karhutla di sejumlah titik.
Selain itu, partisipasi masyarakat dinilai berperan penting dalam mendukung upaya penanggulangan, terutama melalui penyampaian informasi terkait kemunculan titik-titik kebakaran di wilayah Banjarbaru.









