TVRINews, Banjarbaru
Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilaporkan mulai mengepung wilayah Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru mencatat sedikitnya terjadi tujuh peristiwa karhutla yang melanda sejumlah titik dalam kurun waktu tiga hari terakhir.
Peningkatan suhu udara yang ekstrem serta minimnya intensitas curah hujan memicu sejumlah lahan tidur yang didominasi vegetasi semak belukar kering hangus terbakar. Kondisi di lapangan diperparah oleh tiupan angin kencang yang membuat kobaran api dengan cepat merambat, bahkan hingga mendekati area permukiman padat penduduk.
Dari total tujuh kejadian tersebut, BPBD Kota Banjarbaru mengonfirmasi dua di antaranya merupakan kebakaran berskala besar. Dua titik krusial tersebut berada di kawasan Pembataan, Landasan Ulin Selatan, dengan estimasi luas lahan terbakar mencapai 8,7 hektare, serta di kawasan Peramuan Ujung, Landasan Ulin Timur. Selama proses penanggulangan, petugas gabungan sempat mengalami kendala teknis akibat sulitnya akses mobilitas menuju titik api serta menipisnya cadangan sumber air di sekitar lokasi kejadian.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Banjarbaru, Harun Arrasyid, mengatakan saat petugas tiba di lokasi, kondisi kebakaran sudah cukup luas. Lahan yang terbakar berada di samping sungai dengan vegetasi yang mulai mengering akibat minimnya curah hujan. Beruntung, meski debit air sungai sedang surut, petugas masih dapat memanfaatkannya sebagai sumber air untuk proses pemadaman.
"Saat kami tiba di lokasi, kebakaran sudah meluas. Vegetasi di sekitar lahan mulai mengering dan tanahnya sudah tidak lagi mengandung air. Beruntung masih terdapat aliran sungai di sisi lahan yang meski surut tetap dapat dimanfaatkan sebagai sumber air untuk pemadaman," jelas Harun pada Rabu, 8 Juli 2026.
Hingga saat ini, tim satgas gabungan penanggulangan karhutla masih disiagakan penuh selama 24 jam untuk melakukan patroli pengawasan di berbagai kawasan rawan. BPBD juga mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar, serta disarankan mulai mengenakan masker pelindung apabila kabut asap tebal mulai menyelimuti wilayah setempat.










