TVRINews, Kalimantan Selatan
Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu terus mempercepat realisasi penanaman di lahan hasil program cetak sawah seluas 894 hektare. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan produksi padi sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.
Untuk mendukung target tersebut, Pemkab Tanah Bumbu berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian guna memperluas bantuan pengolahan lahan. Langkah ini diambil menyusul tingginya antusiasme masyarakat yang ingin mengikuti program cetak sawah.
Kepala Bidang Penyuluhan, Prasarana, dan Sarana Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Tanah Bumbu, Erwin Novikar, mengatakan pemerintah daerah telah menurunkan tim ke lapangan untuk memetakan kebutuhan anggaran yang bersumber dari APBD Kabupaten, APBD Provinsi, maupun APBN.

Menurutnya, percepatan program tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Bupati Tanah Bumbu melalui Tim Percepatan Pembangunan agar seluruh lahan cetak sawah seluas 894 hektare dapat ditanami pada tahun ini.
"Di Desa Salimuran, ada 50 hektare lahan yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat. Setelah dilakukan cetak sawah, masyarakat secara mandiri menyediakan bibit, melakukan penanaman, dan mengolah lahannya. Kemarin juga sudah dilakukan tanam serentak seluas 50 hektare dan sudah sempat panen. Sekarang sudah masuk tanam kedua," ujar Erwin Novikar.
Ia menjelaskan, apabila seluruh lahan di Desa Salimuran dapat dimanfaatkan secara optimal, kawasan tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 900 ton gabah setiap musim panen sehingga memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi padi di Kabupaten Tanah Bumbu.
Erwin menambahkan, percepatan program cetak sawah juga dilakukan berdasarkan evaluasi pelaksanaan pada tahun sebelumnya. Awalnya, pemerintah daerah mengusulkan program cetak sawah seluas 2.770 hektare. Namun, setelah dilakukan survei, investigasi, dan desain (SID) oleh Kementerian Pertanian bersama Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban), luas lahan yang dinilai layak menjadi 2.258,95 hektare.
Dari hasil verifikasi tersebut, pemerintah menetapkan realisasi program cetak sawah seluas 894 hektare yang kini menjadi fokus percepatan penanaman pada 2026. Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu berharap seluruh fasilitas pendukung dapat segera terpenuhi agar target penanaman tercapai dan produksi padi daerah terus meningkat.









