TVRINews, Banjarmasin
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Selatan memanggil PT PLN (Persero) menyusul pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah sejak beberapa hari terakhir. Kondisi ini memicu keluhan luas dari masyarakat karena mengganggu aktivitas rumah tangga hingga dunia usaha.
Meski Kalimantan Selatan dikenal sebagai salah satu daerah penghasil batu bara terbesar di Indonesia, warga justru menghadapi pemadaman listrik yang berlangsung pada siang dan malam hari. Dalam beberapa laporan, listrik padam lebih dari tiga jam dalam satu kali pemadaman.
Kondisi tersebut dinilai merugikan masyarakat yang tetap diwajibkan membayar tagihan listrik setiap bulan. Keluhan warga terus meningkat seiring terganggunya aktivitas sehari-hari.
Menanggapi situasi itu, DPRD Kalimantan Selatan melalui Komisi III menjadwalkan pemanggilan manajemen PLN untuk meminta penjelasan terkait penyebab pemadaman serta langkah penanganan.
Wakil Ketua DPRD Kalimantan Selatan, Alfiya Rahman, menyampaikan keprihatinan atas kondisi tersebut.
"Kondisi ini sangat meresahkan masyarakat Kalimantan Selatan. Apalagi kita semua tahu wilayah kita ini dikenal sebagai salah satu penghasil batu bara terbesar di Indonesia. Potensi energinya cukup besar. Jadi, sangat disayangkan ketika PLN masih saja melakukan pemadaman bergilir. Kita belum tahu pasti sumber permasalahannya apa, karena itu insyaallah besok kami akan memanggil pihak PLN untuk meminta kejelasan," tegas Alfiya Rahman kepada awak media, Rabu, 1 Juli 2026.
DPRD Kalsel meminta penjelasan yang disampaikan PLN tidak hanya bersifat teknis seperti gangguan jaringan atau pemeliharaan rutin, melainkan juga disertai solusi jangka panjang agar pemadaman tidak terus berulang.
Sebagai daerah penopang energi nasional, Kalimantan Selatan dinilai perlu mendapatkan jaminan pasokan listrik yang stabil. DPRD menekankan pentingnya perbaikan sistem kelistrikan agar tidak mengganggu produktivitas ekonomi masyarakat.










