TVRINews – Tanah Laut
Pemerintah Kabupaten Tanah Laut melakukan verifikasi lapangan terhadap penyaluran solar subsidi bagi nelayan di SPBUN Desa Tabanio, Jumat, 3 Juli 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi bahan bakar bersubsidi tepat sasaran sekaligus menindaklanjuti berbagai masukan terkait penyalurannya.
Verifikasi dipimpin Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Tanah Laut, M. Kusri, serta melibatkan Asisten II Setda, Ketua DPRD, unsur TNI-Polri, perwakilan Pertamina, aliansi mahasiswa, dan para nelayan. Keterlibatan berbagai pihak diharapkan dapat menjamin proses pemeriksaan berlangsung secara terbuka dan akuntabel.
Berdasarkan data DKPP, Desa Tabanio memiliki 105 kapal perikanan dengan 186 nelayan yang memperoleh kuota rekomendasi solar subsidi sebesar 110 ribu liter setiap bulan.
Kepala DKPP Kabupaten Tanah Laut, M. Kusri, mengatakan penebusan solar subsidi yang dilakukan SPBUN kepada Pertamina sejauh ini telah sesuai dengan kuota yang ditetapkan. Meski demikian, pihaknya masih melakukan pencocokan antara data administrasi dan kondisi di lapangan.
“Penebusan yang dilakukan SPBUN ke Pertamina sudah sesuai, yakni sekitar 110 ribu liter setiap bulan. Saat ini kami masih mencocokkan antara data rekomendasi dengan data nelayan untuk memastikan apakah terdapat selisih administrasi atau tidak,” ujarnya kutip Sabtu, 4 Juli 2026
Selain memeriksa kesesuaian dokumen, tim terpadu juga menelusuri kemungkinan adanya perbedaan data maupun potensi penyimpangan dalam proses penyaluran agar hak nelayan penerima subsidi tetap terjamin.
Sales Branch Manager Fuel Kalimantan Selatan Pertamina, Wicaksono Ardi N., mengatakan pihaknya mendukung penuh proses verifikasi tersebut sebagai upaya menemukan akar persoalan dan menyusun langkah perbaikan jika diperlukan.
“Kami ingin mengetahui akar permasalahan yang sebenarnya serta menentukan langkah tindak lanjut agar pendistribusian BBM subsidi di SPBUN Tabanio berjalan sesuai ketentuan dan tidak mengurangi hak para nelayan,” katanya.
Pemerintah menargetkan hasil verifikasi beserta rekomendasi penyelesaiannya dapat diselesaikan dalam tiga hingga empat hari ke depan. Selama proses pemeriksaan berlangsung, pelayanan dan distribusi solar subsidi di SPBUN Desa Tabanio dipastikan tetap beroperasi normal sehingga kebutuhan bahan bakar bagi nelayan tidak terganggu.










