TVRINews, Balangan
Festival Mesiwah Pare Gumboh ke-8 di Desa Liyu, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, menjadi magnet bagi warga setempat, wisatawan dari berbagai daerah, hingga pengunjung luar daerah. Selain menampilkan kekayaan budaya, festival ini juga menjadi wadah promosi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Mengusung tema "Melestarikan Budaya, Menggerakkan Ekonomi Bersama", kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini menghadirkan beragam pertunjukan tari, permainan tradisional, serta pameran produk UMKM lokal.
Camat Halong, Ardiansyah, mengatakan Mesiwah Pare Gumboh merupakan agenda tahunan yang digelar masyarakat Desa Liyu dan Desa Gunung Riut. Tahun ini, penyelenggaraan festival semakin semarak dengan keikutsertaan pelaku UMKM dan komunitas tanaman hias.
"Tahun ini kami ikut berpartisipasi untuk mendukung dan menghadirkan inovasi agar kegiatan lebih meriah, sukses, dan terus meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. UMKM yang diprioritaskan berasal dari Kecamatan Halong, namun kami juga membuka kesempatan bagi berbagai komunitas, salah satunya komunitas bonsai Balangan," ujar Ardiansyah, Selasa, 14 Juli 2026.
Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Kabupaten Balangan juga ambil bagian dalam festival tersebut. Wakil Ketua PPBI Balangan, Imam Kreco, mengatakan kehadiran komunitas bonsai menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya dan lingkungan.
"Festival ini merupakan bagian dari pelestarian budaya. Bonsai juga memiliki nilai budaya, sehingga kami ikut berpartisipasi untuk memeriahkan Mesiwah Pare Gumboh," kata Imam Kreco.
Kehadiran komunitas bonsai menambah daya tarik festival. Jumlah pengunjung disebut meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya. Selain menikmati pameran bonsai, pengunjung juga memadati stan UMKM untuk membeli beragam produk lokal.










