TVRINews, Banjarbaru
Puluhan satwa liar berhasil dievakuasi oleh tim relawan gabungan dari Unit Reptile Rescue Banjarbaru setelah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Satwa yang diselamatkan terdiri atas kura-kura, biawak, hingga sejumlah ular, termasuk kobra dan sanca.
Bahkan, beberapa satwa dilindungi turut diselamatkan dari kepungan api yang membakar habitat mereka.
Penasihat Pecinta Satwa Buhan Banua, Diarto Adi Saputro, mengatakan sebagian besar satwa yang dievakuasi ditemukan dalam kondisi lemas akibat dehidrasi dan paparan asap pekat. Sebelum dilepasliarkan, satwa-satwa tersebut harus menjalani karantina dan perawatan hingga kondisinya pulih.
Diarto menjelaskan, proses evakuasi dilakukan melalui kolaborasi antara komunitas pecinta satwa dan petugas penanganan karhutla. Ketika kebakaran meluas, relawan bahkan melakukan penyelamatan hampir setiap hari.
“Selama karhutla, tim kami dari komunitas PSBB dan tim RRBM sering berkolaborasi dengan petugas karhutla untuk mengevakuasi hewan. Beberapa satwa yang kami evakuasi di antaranya kura-kura, ular tali picis atau tali tambang, serta biawak. Saat karhutla dalam kondisi parah, hampir setiap hari kami melakukan evakuasi. Namun, sekarang frekuensinya sudah mulai berkurang,” kata Diarto, Senin, 2 November 2026.
Meski puluhan satwa berhasil diselamatkan, sejumlah hewan lainnya ditemukan mati karena terjebak kobaran api. Kebakaran yang melanda habitat mereka menjadi ancaman serius bagi kelangsungan hidup satwa liar.
Para relawan mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya karhutla. Kebakaran tidak hanya mengancam keselamatan manusia, tetapi juga merusak ekosistem serta mengancam kehidupan satwa liar.
Setelah dinyatakan pulih, satwa-satwa yang dievakuasi akan dikembalikan ke habitat yang aman dan jauh dari jangkauan permukiman warga.









