TVRINews, Banjarbaru
Hasil autopsi terhadap jasad wanita berinisial H (25) yang ditemukan di semak-semak dekat perkebunan jagung Jalan Seledri, Kelurahan Sungai Ulin, akhirnya terungkap. Tim Forensik RSUD Ulin Banjarmasin bersama Tim Identifikasi Polres Banjarbaru memastikan bahwa korban meninggal dunia akibat kekerasan hebat dari benda tumpul.
Berdasarkan hasil pemeriksaan mendalam, tim medis menemukan adanya pendarahan hebat pada bagian otak besar dan otak kecil korban. Kondisi ini dipicu oleh hantaman benda tumpul pada bagian kepala yang menjadi penyebab utama hilangnya nyawa wanita malang tersebut.
Kasi Humas Polres Banjarbaru, Ipda Kardi Gunadi, menjelaskan bahwa temuan medis di lapangan menunjukkan banyaknya luka lebam di sekujur tubuh korban. Selain luka di kepala, ditemukan pula patah tulang pada bagian tengkuk dan rahang bawah, serta luka memar di punggung yang diduga akibat korban diseret oleh pelaku.
"Secara umum, korban meninggal akibat kekerasan. Di tubuhnya ditemukan lebam dan luka-luka. Ada bekas hantaman benda tumpul di daerah muka, punggung, hingga tangan," jelas Ipda Kardi Gunadi saat memberikan keterangan resmi, Jumat 1 Mei 2026.
Meskipun saat ditemukan pada Rabu (29/4/2026) lalu jasad dalam kondisi setengah telanjang dengan mulut tersumpal dan leher terjerat simpul mati, hasil autopsi menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan seksual. Polisi juga mengamankan sepeda motor korban di sekitar lokasi yang memiliki bercak darah kering pada bagian jok serta pijakan kaki.
Hingga saat ini, pihak Satreskrim Polres Banjarbaru masih melakukan pengejaran intensif terhadap pelaku pembunuhan tersebut. Kepolisian terus mengumpulkan keterangan saksi dan bukti-bukti petunjuk untuk mengungkap identitas pelaku di balik aksi keji ini. Masyarakat yang mengetahui aktivitas mencurigakan di lokasi kejadian sebelum penemuan jasad diharapkan segera melapor kepada pihak berwajib.









