TVRINews, Banjarbaru
Maraknya peredaran narkoba, judi online, dan kasus perundungan (bullying) yang menyasar kalangan remaja mendorong sejumlah sekolah mengambil langkah preventif sejak awal tahun ajaran baru. Salah satunya dilakukan SMK Negeri 1 Banjarbaru dengan memasukkan materi penanggulangan narkoba, judi online, dan pencegahan bullying dalam agenda Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Kepala SMKN 1 Banjarbaru, Syaiful Arif, mengatakan ancaman narkoba, judi online, dan perundungan kini menjadi persoalan serius yang mengintai pelajar. Karena itu, sekolah berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, serta mampu membentengi peserta didik dari berbagai pengaruh negatif.

"Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah di SMK Negeri 1 Banjarbaru ini menerapkan prinsip bahwa sekolah adalah penyelenggara inklusif yang ramah, bersih, dan sehat. Kegiatan ini diterapkan mulai hari Senin sampai hari Jumat. Adapun materi yang paling utama kami berikan adalah terkait penanggulangan napza, pemahaman anak terhadap judi online, serta pencegahan bullying," ujar Syaiful saat dikonfirmasi, Senin, 13 Juli 2026.
Menurutnya, pembekalan sejak hari pertama masuk sekolah menjadi langkah penting agar siswa baru memiliki pemahaman mengenai risiko penyalahgunaan narkoba, bahaya kecanduan judi online, serta dampak buruk perundungan terhadap kehidupan sosial dan psikologis.
Upaya tersebut mendapat sambutan positif dari para peserta didik baru. Salah seorang siswa, Raihan Pasha S, menilai perundungan merupakan perilaku yang merugikan baik korban maupun pelaku.
"Menurut saya, perilaku perundungan maupun bullying itu adalah hal yang sangat negatif karena memberikan efek buruk baik kepada korban maupun pelaku. Contohnya, korban bisa mendapat dampak emosional yang memicu trauma berkepanjangan, sementara bagi pelaku pasti akan mendapatkan sanksi sosial," ungkap Raihan.
Hal senada disampaikan siswi baru, Arefa Putri H. Ia menilai praktik bullying di kalangan pelajar kerap dipicu adanya pengelompokan sosial atau lingkaran pertemanan tertentu.
"Biasanya untuk bullying yang umum terjadi di kalangan pelajar itu berbasis kelompok, karena adanya beberapa circle. Akhirnya seseorang merasakan perundungan karena merasa dikhianati, dibenci, ataupun dijauhi oleh lingkungan tersebut. Maka dari itu, diharapkan ke depannya Indonesia bisa mencetak lebih banyak siswa-siswi yang bisa mengurangi perilaku tersebut dan meniadakan bullying sama sekali," ucap Arefa Putri.
Pemberian materi tersebut dinilai semakin penting mengingat kondisi di Kalimantan Selatan. Berdasarkan data terbaru, jumlah anak yang terpapar aktivitas judi online telah mencapai 40 kasus.
Meningkatnya kasus tersebut diduga berkaitan dengan tingginya penggunaan gawai dan media sosial yang tidak diimbangi pengawasan dari orang tua. Melalui edukasi sejak dini selama MPLS, sekolah berharap para siswa mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, menghindari penyalahgunaan narkoba, serta menjauhi praktik judi online dan perundungan.










