TVRINews, Banjarbaru
Data terkini penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kota Banjarbaru mencatat total luas lahan terdampak telah mencapai 1.919 hektare dalam 312 kali kejadian.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarbaru melaporkan, kebakaran di kawasan lahan gambut kini mulai melandai dan bergeser ke area vegetasi mineral. Di kawasan tersebut, insiden kebakaran masih kerap terjadi pada malam hari.
Upaya pembasahan lahan yang turut terbantu oleh turunnya intensitas hujan di Kota Banjarbaru berdampak signifikan terhadap penurunan titik api. Kawasan lahan gambut yang sebelumnya sangat rentan terbakar, seperti di Guntung Damar, kini terpantau hanya menyisakan titik-titik asap tipis tanpa adanya fire spot aktif.
Meskipun demikian, petugas gabungan tetap meningkatkan kewaspadaan menyusul pergeseran titik rawan kebakaran ke area vegetasi non-gambut.
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Banjarbaru, Zaini, saat ini kejadian Karhutla secara umum mengalami tren penurunan. Namun, pola sebarannya mengalami pergeseran wilayah yang cukup mencolok.
"Di Kota Banjarbaru khususnya di Guntung Damar itu, karena memang lahan gambut, memang ada masih sedikit tapi sudah tidak ada lagi yang dinamakan hotspot. Kemudian dari kejadian sendiri di Kota Banjarbaru tercatat 312 kali kejadian sudah berjumlah kurang lebih 1.919,2 hektar luasan yang terjadi di Kota Banjarbaru. Nah, mudah-mudahan ke depan ini artinya bahwa memang daerah gambut sudah berangsur-angsur hampir tidak ada lagi, kemudian kita maju bergeser ke daerah Cempaka, vegetasinya memang beda, saat ini memang dari malam pun masih terjadi kebakaran," ujar Kepala Pelaksana BPBD Banjarbaru, Zaini, saat dikonfirmasi pada Rabu, 7 Oktober 2026.
Menyikapi dinamika pergeseran titik kebakaran ke lahan mineral, seperti di Kecamatan Cempaka dan Guntung Manggis, BPBD terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada.
Masyarakat diajak aktif mengawasi dan menjaga lingkungan sekitar dari bahaya kebakaran lahan serta tidak ragu untuk segera melaporkan kepada pihak berwajib jika menemukan tindakan pembakaran lahan secara sengaja.
Warga juga diingatkan agar tidak melakukan pembukaan lahan sembarangan demi mencegah munculnya kembali titik api baru yang dapat memicu kabut asap.










