TVRINews, Kalimantan Selatan
Memasuki musim kemarau di Kalimantan Selatan, PTAM Intan Banjar memastikan distribusi air bersih kepada masyarakat masih dalam kondisi aman. Dengan cakupan layanan yang telah melayani lebih dari 120 ribu pelanggan, perusahaan daerah tersebut terus menjaga stabilitas pasokan air bersih agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Plh Direktur Umum PTAM Intan Banjar, Hikmatullah, mengatakan cadangan air baku utama masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan domestik masyarakat. Meski demikian, pihaknya tetap meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak musim kemarau yang dapat memengaruhi distribusi air di sejumlah wilayah.

"Untuk di PTAM Intan Banjar, kami mendistribusikan pelayanan air bersih kepada masyarakat masih dalam kondisi normal. Tetapi kalau ada daerah-daerah yang mengalami pengurangan aliran, maka tim dari kami akan langsung melakukan koordinasi dan mengecek lapangan untuk melakukan pemerataan aliran. Sejauh ini memang ada keluhan, tapi alhamdulillah bisa ditangani dengan baik oleh tim terkait," ujar Hikmatullah saat dikonfirmasi, Senin, 13 Juli 2026.
Ia menjelaskan, PTAM Intan Banjar telah menyiagakan tim teknis khusus untuk merespons cepat setiap laporan gangguan distribusi, terutama di wilayah yang mengalami penurunan tekanan atau debit air. Langkah tersebut dilakukan agar pemerataan aliran tetap terjaga selama musim kemarau berlangsung.
Selain menghadapi musim kemarau, PTAM Intan Banjar juga mulai mengantisipasi rencana pengeringan berkala saluran primer Irigasi Riam Kanan yang sebelumnya dibahas dalam rapat koordinasi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan pemerintah kabupaten/kota.
Namun hingga kini, perusahaan belum menerima surat pemberitahuan resmi mengenai jadwal pelaksanaan pengeringan irigasi tersebut.
"Terkait rencana pengeringan irigasi, sejauh ini belum masuk surat resmi kepada kami terkait kegiatan tersebut. Nanti kalau suratnya sudah masuk, akan segera kami rapatkan di internal manajemen untuk melakukan mitigasi risiko terhadap kemungkinan-kemungkinan dampak yang bisa terjadi dari pengeringan itu," ucapnya.
Menurutnya, PTAM Intan Banjar telah menyiapkan sejumlah skenario mitigasi sebagai langkah antisipasi agar pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan saat proses pemeliharaan irigasi dilakukan.
Salah satu strategi yang disiapkan adalah mengoptimalkan pasokan air baku dari jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Banjarbakula. Sumber air tersebut akan menjadi penopang utama untuk menjaga kontinuitas distribusi air bersih kepada masyarakat jika terjadi gangguan pasokan dari saluran utama.
PTAM Intan Banjar juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap menggunakan air secara bijak. Perusahaan memastikan akan terus memantau kondisi di lapangan serta mengambil langkah cepat apabila terjadi gangguan distribusi selama musim kemarau maupun saat pelaksanaan pengeringan saluran irigasi.










