TVRINews, Banjarmasin
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Kalimantan Selatan dan Mabes Polri kembali merilis enam jenazah korban KM Virgo Transport 8. Hingga saat ini, total jenazah yang telah teridentifikasi mencapai 69 korban, sementara 13 lainnya masih dalam proses identifikasi.
Enam jenazah yang berhasil diidentifikasi yakni Edi Setiyono, laki-laki 59 tahun; Widianto, laki-laki 41 tahun asal Jawa Tengah; Rahmat Dani, laki-laki 31 tahun asal Banten; Suroso, laki-laki 40 tahun asal Jawa Timur; Soni Marta Andika, laki-laki 41 tahun asal Jawa Timur; serta Sri Wahyono, laki-laki 31 tahun asal Jawa Tengah.
Selama operasi SAR, RS Bhayangkara Banjarmasin telah menerima 82 jenazah dan berhasil mengidentifikasi 69 jenazah, sementara 13 lainnya masih dalam proses identifikasi.
Proses identifikasi dilakukan melalui pemeriksaan ciri medis, properti, dan DNA. Untuk jenazah yang mengalami penurunan kondisi dan tidak terdapat kecocokan data postmortem dan antemortem, tim DVI akan menunggu hasil pemeriksaan sampel DNA.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Kalimantan Selatan, Kombes Pol. dr. Muchammad Sofwan, mengatakan untuk jenazah yang sulit diidentifikasi, tim tetap melakukan pemeriksaan berdasarkan kondisi yang ditemukan, mulai dari kondisi gigi, ciri-ciri medis, hingga properti. Sampel DNA juga tetap diambil sebagai data pembanding.

“Untuk yang kondisinya memang susah diidentifikasi, kita tetap berusaha menggunakan dasar yang ada. Pertama, mengecek kondisi yang kita temukan, baik kondisi gigi, ciri-ciri medis, maupun properti. Namun, kita tetap mengambil sampel DNA sebagai cadangan. Seandainya nanti tidak ada kecocokan data postmortem dan antemortem maka kita menunggu hasil DNA dari Jakarta,” jelas Kombes Pol. dr. Muchammad Sofwan dikutip Rabu, 7 Oktober 2026.
Sementara Kepala Kantor SAR Banjarmasin, I Putu Sudayana, mengatakan pencarian di atas permukaan air kembali difokuskan setelah pencarian di bawah permukaan melalui penyelaman dihentikan.
“Pencarian di atas permukaan air kami fokuskan kembali karena kami telah menutup pencarian di bawah permukaan dengan penyelaman. Sesuai dengan arahan pimpinan kami sampai proses salvage dilaksanakan dan kapal ditarik ke daerah perairan yang lebih dangkal, di sanalah kita lebih leluasa mencari korban yang ada di dalam badan kapal,” jelas I Putu Sudayana.
Operasi SAR KM Virgo Transport 8 melibatkan 222 orang dari tim SAR gabungan dan menjadi salah satu operasi tersulit dan terbesar di Kalimantan Selatan dalam kurun waktu lima tahun terakhir, selain AirAsia.










